alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Dikbud NTB Larang Sekolah Pungut Biaya Ambil Ijazah

MATARAM-Selain kegiatan PPDB dan Penilaian Akhir Tahun (PAT) kenaikan kelas, Dinas Dikbud NTB juga tengah menyiapkan pendistribusian ijazah jenjang SMA. ”Kami tetap kebut penyelesaian distribusi ijazah,” kata Anggota Tim PPHP Ijazah Provinsi NTB Purni Susanto, pada Lombok Post kemarin (12/6/2020).

 

Sebanyak 32.887 ijazah untuk SMA negeri dan swasta di NTB, akan didistribusikan. Rinciannya, jurusan IPA kurikulum 2006 135 lembar, IPS kurikulum 2006 501 lembar, Bahasa kurikulum 2006 21 lembar. Sedangkan peminatan Matematika dan IPA kurikulum 2013 16.448 lembar, peminatan IPS kurikulum 2013 14.582 lembar, terakhir peminatan Bahasa dan Budaya kurikulum2013 1.160 lembar.

 

Tahun ini, siswa SMA negeri dan swasta yang tidak lulus 302 orang. Alasan yang paling banyak adalah mereka berhenti di tengah jalan karena menikah sebelum UN atau US. ”Jadi yang lulus sebanyak 31.037 orang,” terangnya.

 

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB ini menjelaskan, distribusi ijazah pada seluruh Kantor Cabang Dinas (KCD) di Pulau Lombok, sudah selesai dilakukan. Sementara di Pulau Sumbawa, masih menunggu KCD yang mengambil sendiri. ”Kami meminta mereka datang ke dinas,” kata dia.

 

Setelah diterima, masing-masing KCD diminta langsung mendistribusikannya. Selanjutnya nanti pihak sekolah yang meneruskan ke peserta didik. Pihaknya berharap, ijazah tidak terlalu lama mengendap di sekolah. ”Ijazah adalah hak siswa yang sudah menyelesaikan seluruh proses belajarnya di satuan pendidikan dan dinyatakan lulus,” ujarnya.

 

Diakuinya, memang ada saja kendala dalam distribusi ijazah. Seperti pengalaman sebelumnya, banyak ijazah yang tertahan di sekolah dengan berbagai alasan. Misalnya, siswa melanjutkan pendidikan sehingga tidak mengambil ijazahnya di sekolah. Ada juga yang beralasan merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

 

Apapun alasannya, Dinas Dikbud NTB menekankan, ijazah harus segera disampaikan. Bila perlu sekolah mendatangi rumah siswa yang kesulitan datang ke sekolah sekaligus siswa bisa menandatangani ijazahnya di rumah.

 

”Perlu diingat, dalam hal distribusi, sekolah tidak boleh mengaitkan pemberian ijazah dengan biaya tertentu,” pungkasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks