alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

MATARAM-Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

 

Hal ini mengacu pada surat edaran Gubernur NTB dan Kemendikbud RI. Isinya, semua lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal seperti sanggar, lembaga pelatihan, kelompok belajar, lembaga kursus, PKBM dan lainnya, masih menerapkan belajar dari rumah (BDR).

 

Fatwir mengakui, belum lama ini sebuah lembaga kursus besar di Mataram pernah meminta izin memulai kegiatan tatap muka. Dengan alasan, banyak orang yang meminta, karena tidak puas dengan pola BDR. Ada pula yang menginginkan, sebab anak-anak harus mengikuti kursus, untuk persiapan tes masuk peguruan tinggi. Namun, itu tidak bisa dijadikan bahan pertimbangan.

 

”Kalau orang tua pasti banyak yang minta, jangankan ke tempat kursus, mereka saja pada minta anak-anaknya segera masuk sekolah, tetapi itu kan tetap tidak bisa,” tegas dia.

 

Memang tahun ajaran baru di mulai hari ini. Namun, tidak serta merta pemerintah membuka KBM langsung di sekolah. Apalagi dengan alasan, lembaga PNF menerapkan pola blok atau shift. Meskipun menghadirkan peserta belajar kurang dari 15 orang di ruang kelas.

 

”Kalau belajarnya pakai sistem daring ya silakan, tetapi menghadirkan langsung itu tetap nggak bisa, mau sedikit atau banyak pesertanya,” tegas Fatwir.

 

Status zona merah yang disandang Kota Mataram, semakin memperkuat alasan pelarangan tersebut. ”Nanti kita rilis surat resminya,” tandasnya.

 

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian PAUD PNF Disdik Kota Mataram Umi Aiziatin berharap, lembaga PNF maupun masyarakat memahami kondisi yang ada. Ini demi keselamatan dan kesehatan anak. ”Ini yang harus kita perhatikan,” tegas dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks