alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

MATARAM-Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

 

Pelarangan tersebut, berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, yang berada di zona hijau, kuning, oranye, dan merah penyebaran Covid-19. Sehingga kegiatan belajar di rumah (BDR) dilakukan melalui mekanisme daring, semi daring, luring hingga modul. ”Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara optimal,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan menjelaskan, mulai 13 Juli-13 September, kegiatan satuan pendidikan disebut fase transisi. Polanya dengan melanjutkan BDR tahap II. Sehingga, sekolah menyiapkan materi pelajaran  atau penugasan pada setiap mata pelajaran untuk melayani kegiatan tersebut. ”Harus disesuaikan dengan kondisi dan daya dukung di sekolah masing-masing,” terangnya.

 

Selama fase transisi, sekolah juga mempersiapkan diri, menuju fase kebiasaan baru. Acuannya berdasarkan SKB empat menteri. Secara umum, mengisi data periksa pada laman Dapodik Kemendikbud, untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan. Menyiapkan fasilitas  protokol kesehatan. Hingga menyiapkan materi  esensi dan non esensi, menjadi bahan ajar atau penugasan untuk kegiatan tatap muka dan kegiatan BDR.

 

”Setelah itu, sekolah boleh mengajukan  izin  untuk  bisa  melakukan  simulasi pelaksanaan  adaptasi  kebiasaan  baru, setelah  memenuhi persyaratan yang ditentukan,” jelasnya.

 

Agar lebih terukur dan terarah, Dinas Dikbud NTB telah menyiapkan dua instrumen secara rinci. Isinya terkait apa saja yang harus dilakukan sekolah, selama fase transisi dan menuju kenormalan baru. Semuanya tertuang dalam SE Nomor 420/3266.UM/Dikbud. Dari sana, pemerintah akan memberi skoring, mana saja instrumen yang sudah dipenuhi masing-masing satuan pendidikan.

 

Sekolah yang memenuhi  persyaratan, dengan skor minimal  85, dapat mengajukan layanan belajar mengajar tatap muka dengan sistem shift atau blok mulai September.

 

”Kami sudah tentukan, mana instrumen yang mendapat satu, lima atau delapan poin, tergantung dari padat atau tidak item-item dalam instrumen tersebut,” tegas dia.

 

Selama proses penilaian, pihaknya tidak sendirian. Kepala Cabang Dinas (KCD) bersama pengawas sekolah, akan berkoordinasi melakukan survei lapangan. Mencari tahu apakah satuan pendidikan benar-benar melaksanakan persiapan tersebut. ”Karena ini berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan, kami tidak ingin pernyataan hanya di atas kertas saja, di lapangan juga harus sesuai,” tandasnya. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks