alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Unram Wisuda 1.287 Mahasiswa

MATARAM-Sebanyak 1.287 orang mahasiswa Universitas Mataram (Unram) diwisuda, 12-14 Oktober, di Auditorium Yusuf Abu Bakar Unram.

”Tetap dengan prokes ketat,” kata Rektor Unram Prof H Lalu Husni, (12/10).

Wisudawan terdiri dari dua orang Doktor (S3), 84 orang Magister (S2), 963 orang Sarjana (S1). Terdapat juga 228 Ahli Madya (D-3) dan 10 orang Profesi . Dari 1.420 orang wisudawan tersebut, sebanyak 135 dari Fakultas Ekonomi, 155 dari Fakultas Pertanian, 70 dari Fakultas Peternakan. Ada 139 dari Fakultas Hukum, 243 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 78 dari Fakultas Teknik, 10 dari Fakultas MIPA, 37 dari Fakultas Kedokteran. Termasuk 41 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri, 55 orang dari Program Studi di bawah rektor.

Dari 963 orang wisudawan, Program Sarjana 2,74 persen memperoleh predikat Cum Laude. Berikutnya 82,93 persen memperoleh predikat sangat memuaskan. Ada juga 11,49 persen memperoleh predikat memuaskan. Sementara itu, 84 orang Magister (S-2) terdiri dari 40,74 persen memperoleh predikat cum laude, 57,41 persen sangat memuaskan, dan 1,85 persen memuaskan.

”Dua orang lulusan Doktor mendapat predikat sangat memuaskan,” terangnya.

Prosesi wisuda ini belum bisa didampingi orang tua, karena pertimbangan keselamatan. Ini juga sesuai dengan surat edaran Kemdikbudristek dan arahan dari Satgas Covid-19.

”Karena itu, pada kesempatan ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika pada penyelenggaraan wisuda secara luring untuk pertama kali setelah pandemi Covid-19 ini banyak kekurangan,” ucapnya.

Ia mengingatkan, perubahan besar dan mendasar sedang terjadi hampir di setiap bidang kehidupan. Perubahan ini disebut sebagai era disrupsi. Perubahan tidak terjadi secara bertahap, melainkan seperti ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama. Menggantinya dengan eksosistem baru yang sama sekali berbeda.

”Banyak bukti yang bisa kita lihat bahwa era disrupsi ini benar-benar sedang terjadi,” tambahnya.

Banyak nama-nama brand besar seperti Nokia dan Kodak yang dulunya berjaya saat ini tersingkir oleh brand-brand baru. Juga dapat melihat bagaimana perkembangan perusahaan rintisan mampu menggeser bisnis-bsnis konvensional. Dengan lompatan teknologi yang begitu besar, perusahaan konvensional yang dijalankan dengan cara biasa tertinggal jauh.

”Karena itulah, pepetah lama berubah atau punah benar-benar sedang terjadi,” jelasnya.

Begitu pula perguruan tinggi secara tidak langsung telah merasakan perubahan mendasar. Lebih-lebih ketika pandemi. Perguruan tinggi dituntut beradaptasi, terutama dalam dalam proses belajar mengajar. Selama pandemi, Unram telah melaksanakan perkuliahan secara daring sejak bulan Maret 2020.

”Diharapkan mahasiswa yang diwisuda dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama kuliah ke masyarakat yang lebih luas,” tutup dia. (nur/r9/*)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks