alexametrics
Kamis, 26 November 2020
Kamis, 26 November 2020

Banyak Beri Keuntungan, Guru NTB Diharapkan Ikut PGP

MATARAM–Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, mendorong guru mengikuti Program Guru Penggerak (PGP). ”Program ini sangat bagus ya,” kata Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB Ermawanti, usai sosialisasi PGP di Hotel Golden Palace, Kamis (12/11/2020).

Di NTB, ada tujuh kabupaten yang menjadi sasaran PGP. Seleksi angkatan pertama telah berlangsung 13-22 Juli, untuk guru Lombok Timur dan Bima.

Angkatan kedua, untuk guru Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat,Lombok Tengah dan Lombok Barat. Proses seleksi diperpanjang hingga 19 November.

Proses rekrutmen PGP terbilang lama dan sulit. Memakan waktu hingga sembilan bulan. ”Meski begitu, proses inilah yang harus kita nikmati, karena menjadi yang terbaik, tentu melalui tahapan yang panjang,” terangnya.

Guru yang mengikuti PGP memiliki banyak keuntungan. Terutama dalam menghadapi era pembelajaran kedepan. ”Kita tahu, pemerintah tengah berupaya mewujudkan digitalisasi sekolah tahun depan, karena fenomena ini tidak akan bisa kita bantah,” tegasnya.

Bagi mereka yang lolos, nantinya akan menggerakkan, memotivasi, dan menginspirasi guru yang lain. ”Bisa menjadi role model bagi guru lainnya, memberikan semangat agar bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Selain itu, bisa menggerakkan komunitas belajar, untuk rekan guru di sekolah dan wilayahnya. Juga menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain.

”Jadi guru-guru atau komponen pendidikan, harus membiasakan diri dengan hal itu,” pungkas Erma.

Ketua PGRI NTB Yusuf mengatakan, alasan Kemendikbud melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan PGP, karena kuota di NTB belum terpenuhi. ”Untuk yang angkatan kedua ini,” jelasnya.

PGRI mendorong anggota untuk, meningkatkan kapasitasnya dengan mengikuti PGP. ”Mereka yang lolos, akan mampu memobilisasi teman sejawat di mana pun guru tersebut ditempatkan, PGP ini melahirkan kepemimpinan pembelajar,” terang dia.

PGP menjadikan guru berpikir kritis, mampu berkolaborasi dengan semua orang. Termasuk pandai berkomunikasi menyampaikan gagasan baru.

”Dari PGP, akan muncul calon pemimpin pembelajar, calon kepala sekolah, calon pengawas bahkan akan melahirkan instruktur guru,” tandas Yusuf. (yun/r9)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

La Nyalla Dorong Promosi MotoGP Harus Digencarkan

”Kalau ada gambaran utuh, entah melalui tayangan video, infografis, dan konten lain mengenai manfaat dan untungnya pembangunan, pasti dukungan masyarakat semakin kuat,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebut Kerja Sama Pemprov-PT GTI Kontrak Jahat, Dewan Minta KPK Turun

”Harus KPK masuk. Melakukan penelusuran, penyelidikan kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Rabu (25/11/2020).

Sepi Pembeli, Perajin Gerabah Banyumulek Terpaksa Alih Profesi

”Awal Korona pesanannya membludak sekali. Sekarang satu saja kalau bisa  terjual,” ujar Hj Khairunnisa, pemilik toko Banyu Andika salah satu toko pengepul kerajinan gerabah, Rabu (25/11/2020).

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Perekrutan PPPK, Honorer Berharap Masa Pengabdian Jadi Tolok Ukur

”Seharusnya, pengabdian yang sudah kami lakukan selama belasan tahun, harus dijadikan tolok ukur kemampuan kami,” tegas dia.

Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia, Upaya Pencegahan Penyakit

Vaksin bukanlah hal baru buat masyarakat Indonesia. Sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks