alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Universitas Bumi Gora Adaptasi Kuliah New Normal

MATARAM-Selama masa Covid-19 ini, Universitas Bumigora (UBG) tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

”Kami laksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sehingga pembelajaran berlangsung sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” kata Rektor UBG Anthony Anggrawan pada Lombok Post, kemarin (14/6).

Dijelaskan, kampus mendukung penerapan protokol kesehatan. Salah satu yang dilakukan, memproduksi handsanitizer. Pihaknya juga membagi masker hingga menciptakan mesin penyemprot handsanitizer untuk kalangan internal UBG. ”Kami juga secara rutin melakukan penyemprotan desinfektan pada meja dan kursi di lingkungan kampus,” imbuhnya.

Kampus juga menyediakan alat rapid test. Sehingga dosen atau staf yang memiliki gejala awal Covid-19, langsung menjalani pemeriksaan. ”Ini demi menjamin kesehatan dosen dan staf dan ikut berkontribusi menjaga pencegahan paparan Covid-19,” jelas dia.

Selama penerapan belajar tatap muka, UBG juga dilengkapi dengan pembelajaran daring. ”Bahkan mahasiswa dapat memperoleh dokumen dan file pembelajaran dari setiap mata kuliah yang sedang berlangsung, sehingga mahasiswa bisa juga belajar secara offline,” terangnya.

Terkait diskusi, tanya-jawab, dan kegiatan lain dari  materi pembelajaran, dosen melakukannya melalui vicon (video conference) daring (online) dan melalui sosial media yang lain.

Dijelaskan pula, pihaknya membuka 12 prodi. Diantaranya, S1 Ilmu Komputer, S1 Desain Komunikasi Visual, dan  S1 Rekayasa Perangkat Lunak. Kemudian, S1 Teknologi Informasi, S1 Gizi, dan S1 Farmasi. Adapula S1 Manajemen dan  S1 Akuntansi,  S1 Sastra Inggris, dan S1 Hukum. Terakhir, ada D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi, D3 Sistem Informasi, dan D3 Bahasa Inggris.

”Untuk tahun akademik 2020/2021, pendaftaran bisa dilakukan sampai dengan gelombang tiga, tanggal 4 September 2020,” ujarnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks