alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

MAN 2 Mataram Tangkap Peluang Beasiswa ke Timur Tengah

MATARAM-MAN 2 Mataram terus membuka peluang peserta didiknya bisa melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. ”Terutama yang ke Timur Tengah, kami akan terus perjuangkan,” tegas Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki, pada Lombok Post, Selasa (14/6).

Dirinya bersama kepala MAN seluruh Indonesia sudah menggelar pertemuan membahas peluang beasiswa itu. Kegiatan diikuti Kemenkominfo, Kemenag, Kemendagri, Kemenko Marves, dan BUMN.

”Dari hasil pertemuan itu, banyak beasiswa yang bisa kita maksimalkan, terutama beasiswa ke luar negeri,” terangnya.
Belum lama ini, MAN 2 Mataram sebagai sebagai salah satu pengelola MAN-Pusat Keagamaan (MAN-PK) diberikan kesempatan melakukan studi banding ke luar negeri. ”Untuk MAN-IC (Insan Cendekia, Red) akan studi banding ke Jerman, sedangkan pengelola MAN-PK termasuk dari kami juga, akan studi banding ke Mesir,” jelasnya.

Tentu saja kesempatan berharga tersebut, dimanfaatkan juga untuk penjajakan beasiswa. Syauki mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Mesir.

”Salah satu syarat utama dari Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia, yang bisa mengikuti seleksi adalah MAN yang memiliki guru tamu dari pihak asing,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unram Ajarkan Pengolahan Limbah

MAN 2 Mataram saat ini mendapatkan guru utusan, dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Khususnya untuk pengembangan bahasa Arab dan pendalaman baca kitab kuning.

”Guru utusan tersebut diberikan rekomendasi secara langsung dari Universitas Al-Azhar Mesir, untuk menyelenggarakan seleksi pada calon mahasiswa,” tegasnya.

Tercatat 24 siswa MAN-PK MAN 2 Mataram mengikuti seleksi. Tahapannya, dimulai dari sosialisasi program beasiswa ke peserta didik dan orang tua. Pendaftaran calon peserta, pengiriman hasil karya ilmiah dalam bentuk esai, hingga seleksi tes wawancara internal tahap I.

Berikutnya pengumuman hasil seleksi tes wawancara, seleksi tes wawancara tahap II, hingga pelaksanaan seleksi tes wawancara tahap III. ”Ini beasiswa penuh dan hanya menerima satu penerima dari masing-masing MAN-PK,” jelasnya.

”Kuota dari Universitas Al-Azhar Kairo hanya 20 orang se-Indonesia,” sambungnya.

Selanjutnya, akan ada beasiswa dari Kemenag RI, dengan tujuan Timur Tengah. ”Bahkan sekarang, anak-anak kami juga ikut seleksi beasiswa ke Maroko,” sambung Syauki.

Baca Juga :  Guru Masih Dilema Terapkan Kurikulum Darurat

Dikatakan, banyaknya peluang beasiswa membuktikan bahwa kesempatan itu ada. Memanfaatkan peluang yang terbuka, menurutnya sangat penting. Dan pihaknya bertekad memfasilitasi peserta didiknya untuk meraih mimpi, seperti melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

”Saya meyakinkan mereka, bahwa peluang itu terbuka lebar jika kita mau berdoa, belajar, dan berusaha,” jelas kepala madrasah.

MAN 2 Mataram menargetkan 10 siswa MAN-PK pertahun bisa melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. ”Untuk itu anak kelas X dan XI harus mempersiapkan diri lebih awal, dan kami sebagai pengelola pendidikan akan terus mengatur strategi, bagaimana mempersiapkan anak-anak,” ujarnya.

Madrasah juga akan terus berkoordinasi dengan wali siswa. ”Informasi mengenai beasiswa, tetap akan kami komunikasikan dengan orang tua,” pungkasnya.

Kanwil Kemenag NTB HM Zaidi Abdad berharap, langkah MAN 2 Mataram bisa menjadi motivasi bagi semua pihak. Terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM NTB. (yun/r9/*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/