alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Masih Pandemi, Banyak Orang Tua di Mataram Urung Daftarkan Anak ke TK

MATARAM-Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai. Namun hal itu tidak dibarengi antusiasme orang tua mendaftarkan anaknya masuk TK. ”Situasinya benar-benar beda,” kata Kepala TK Negeri Pembina Mataram Wely, pada Lombok Post, Selasa (14/7/2020).

 

Ada tren yang berkembang. Merebaknya pandemi membuat sejumlah orang tua, mengurungkan niatan memulai pendidikan anaknya di TK/PAUD. ”Itu yang kami lihat,” analisanya.

 

Kondisi itu menyebabkan TK Negeri Pembina Mataram mengalami kekurangan murid baru. Padahal pendaftaran sudah dibuka sejak Februari dan target penerimaan mencapai 90 anak. Namun, yang sudah resmi menjadi murid hingga Juli, baru 63 anak. ”Murid kami masih kurang,” ujar dia.

 

Perbedaannya sangat kontras dengan tahun lalu. Dalam tenggat waktu yang sama, pihaknya mengumpulkan peserta didik baru lebih dari 100 anak. ”Kalau tahun lalu sangat ramai, kalau tahun ini, seperti inilah kondisinya,” kata dia.

Baca Juga :  Dua Temannya Positif Korona, 23 Siswa dan Guru SMAN 1 Mataram Tes Swab

 

Menurutnya, keadaan ini bukan hanya dialami TK Negeri Pembina Mataram saja. Hampir seluruh TK Negeri di Kota Mataram mengalami hal serupa. “Kami nggak bisa memaksakan orang tua ya, karena kami juga paham dengan situasi yang ada saat ini,” ujarnya.

 

Namun dia tidak berkecil hati apalagi patah semangat. Karena, PPDB TK/PAUD berbeda dengan PPDB jenjang SD-SMA yang memiliki batas waktu. ”Kalau kita nggak ada batasan, kapan maunya orang tua daftarkan anak-anaknya, bahkan saat semester dua, kami siap menerima,” jelasnya.

 

Agar target murid baru terpenuhi. Pihaknya sudah menyiapkan langkah strategis. Diantaranya memberi sejumlah keringanan. Bagi orang tua dengan kondisi ekonomi tidak mampu, diberi subsidi bahkan digratiskan. Selain itu, ada pemotongan uang pemeliharaan sebesar 30 persen.

Baca Juga :  TK Tunas Bangsa Bersih-Bersih Taman Loang Baloq

 

”Semoga dengan ini, orang tua bisa memulai pendidikan anaknya di TK kami,” tandas Wely.

 

Kepala BP PAUD dan DIKMAS NTB Suka menambahkan, TK bisa mengeluarkan kebijakan dengan menunda uang pendaftaran, atau uang lainnya. ”Yang penting daftar saja dulu, biar anak-anak bapak ibu tetap belajar,” ujarnya.

 

Selain karena persoalan ekonomi, agaknya hal ini berkaitan dengan faktor kesehatan. Orang tua tentunya tak ingin keselamatan anaknya jadi taruhan. Sedangkan terkait pola belajar dari rumah, anak TK agaknya perlu pola pendekatan yang berbeda.  (yun/r9)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/