alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Masih Pandemi, Banyak Orang Tua di Mataram Urung Daftarkan Anak ke TK

MATARAM-Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai. Namun hal itu tidak dibarengi antusiasme orang tua mendaftarkan anaknya masuk TK. ”Situasinya benar-benar beda,” kata Kepala TK Negeri Pembina Mataram Wely, pada Lombok Post, Selasa (14/7/2020).

 

Ada tren yang berkembang. Merebaknya pandemi membuat sejumlah orang tua, mengurungkan niatan memulai pendidikan anaknya di TK/PAUD. ”Itu yang kami lihat,” analisanya.

 

Kondisi itu menyebabkan TK Negeri Pembina Mataram mengalami kekurangan murid baru. Padahal pendaftaran sudah dibuka sejak Februari dan target penerimaan mencapai 90 anak. Namun, yang sudah resmi menjadi murid hingga Juli, baru 63 anak. ”Murid kami masih kurang,” ujar dia.

 

Perbedaannya sangat kontras dengan tahun lalu. Dalam tenggat waktu yang sama, pihaknya mengumpulkan peserta didik baru lebih dari 100 anak. ”Kalau tahun lalu sangat ramai, kalau tahun ini, seperti inilah kondisinya,” kata dia.

 

Menurutnya, keadaan ini bukan hanya dialami TK Negeri Pembina Mataram saja. Hampir seluruh TK Negeri di Kota Mataram mengalami hal serupa. “Kami nggak bisa memaksakan orang tua ya, karena kami juga paham dengan situasi yang ada saat ini,” ujarnya.

 

Namun dia tidak berkecil hati apalagi patah semangat. Karena, PPDB TK/PAUD berbeda dengan PPDB jenjang SD-SMA yang memiliki batas waktu. ”Kalau kita nggak ada batasan, kapan maunya orang tua daftarkan anak-anaknya, bahkan saat semester dua, kami siap menerima,” jelasnya.

 

Agar target murid baru terpenuhi. Pihaknya sudah menyiapkan langkah strategis. Diantaranya memberi sejumlah keringanan. Bagi orang tua dengan kondisi ekonomi tidak mampu, diberi subsidi bahkan digratiskan. Selain itu, ada pemotongan uang pemeliharaan sebesar 30 persen.

 

”Semoga dengan ini, orang tua bisa memulai pendidikan anaknya di TK kami,” tandas Wely.

 

Kepala BP PAUD dan DIKMAS NTB Suka menambahkan, TK bisa mengeluarkan kebijakan dengan menunda uang pendaftaran, atau uang lainnya. ”Yang penting daftar saja dulu, biar anak-anak bapak ibu tetap belajar,” ujarnya.

 

Selain karena persoalan ekonomi, agaknya hal ini berkaitan dengan faktor kesehatan. Orang tua tentunya tak ingin keselamatan anaknya jadi taruhan. Sedangkan terkait pola belajar dari rumah, anak TK agaknya perlu pola pendekatan yang berbeda.  (yun/r9)

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar kamis (30/1).

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks