alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Simulasi KBM Tatap Muka SMA di NTB, Siswa Masih Susah Jaga Jarak

MATARAM-Sejumlah SMA sederajat di NTB mulai menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. ”Kami mendapatkan jadwal pekan pertama,” kata Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah, pada Lombok Post, Senin (14/9/2020).

Dijelaskan, 150 siswa mendapatkan giliran hari pertama simulasi. ”Sisanya, masih dilayani dengan BDR daring,” jelas dia.

Pantauan koran ini, sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dua petugas keamanan sudah berjaga di pintu gerbang sekolah. Tugasnya memeriksa satu demi satu suhu tubuh siswa. Kemudian mengarahkan mereka mencuci tangan.

Tak ketinggalan dilakukan pembagian face shield. ”Karena kami brand-­nya sekolah kesehatan, sehingga kami sangat ketat memeriksa kesehatan anak-anak, tujuannya, mencegah klaster baru” jelas Istiqomah, sembari menerangkan ada lanjutan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sekolah.

Kendati demikian, simulasi di SMAN 9 Mataram masih menyisakan persoalan. Siswa masih berkerumun. Seperti di halaman parkir sekolah dan saat menunggu giliran pemeriksaan kesehatan.

Kedua, sekolah belum melengkapi banner berisi panduan jagak jarak, atau peringatan bahaya berkerumun. Padahal, jaga jarak adalah kunci pencegahan, selain masker.

”Terkait masalah kerumunan, menjadi hal yang tidak mengherankan, secara psikologis siswa merindukan teman-temannya, dan jarang bertemu,” argumennya.

Namun dia mengatakan pengawas segera datang memberitahu, dibarengi peringatan lewat pengeras suara. ”Kami juga sudah mengatur bangku untuk mengantri, sesuai jarak yang sudah ditentukan,” kata Istiqomah.

Mengenai kalimat-kalimat imbauan jaga jarak, sejatinya sudah dipasang. Namun posisinya tak terlalu terlihat. ”Ini catatan bagi kami,” ujarnya.

Pengawas sekolah Elok Martha Efeni mengatakan, sejauh ini SMAN 9 Mataram aktif menerapkan protokol kesehatan. ”Terlihat dari cara mereka, menyediakan tim medis, memeriksa kesehatan secara menyeluruh bagi warga sekolah,” ujar dia.

Harapannya, kekurangan pada hari pertama, segera dilengkapi. ”Jaga jarak,” tegas dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks