alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

NTB Siaga Darurat Korona, Sekolah Tetap Gelar UNBK

MATARAM-Di tengah merebaknya jumlah kasus Covid-19, Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, tetap menyelenggarakan UNBK SMK dan Ujian Sekolah (US) untuk SMA, MA, dan SLB. “Kita tetap laksanakan sesuai jadwal,” kata Plt Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidt Furqon, saat ditemui Lombok Post, kemarin.

Ia menegaskan, keputusan itu merupakan hasil Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus), bersama Gubenur, Wakil Gubernur, Sekda NTB, dan seluruh pimpinan OPD. Serta panitia UN 2020 Provinsi NTB. Langsung membuat Surat Edaran (SE). “Kami menyepakati beberapa hal penting,” tegasnya.

Selain tetap menjalankan UNBK dan US, Aidy mengatakan, bagi peserta didik kelas X dan XI, pemerintah meliburkan selama dua minggu. Dari 16-28 Maret. “Alasan dari dinas kesehatan, apabila dalam gejala virus, bisa disembuhkan atau sterilisasi selama 14 hari,” jelasnya.

Selama proses libur. Kelas X dan XI tetap akan menjalani proses pembelajaran dari rumah. Menggunakan metode daring (online) dan offline. Proses pembelajarannya dilakukan di rumah, dengan metode daring (online) atau offline. Jika offline dengan pola penugasan di bawah pemantauan guru. ”Libur namun harus tetap belajar,” kata Aidy.

Khusus SLB, guru dapat memberikan penugasan terstruktur dalam bentuk LKS, yang dibuat masing-masing guru kelas, sesuai dengan kekhususan peserta didik, dengan mendapat pendampingan orang tua siswa.

Selama proses libur, ia meminta agar Wali Kelas membuat Whatsapp Group, untuk jelas yang dibimbing. Anggotanya selain peserta didik, juga orang tua siswa. Alasannya, langkah ini sebagai cara memantau perkembangan hasil belajar. “Wali kelas dan wali siswa harus aktif mendampingi anak-anak belajar selama libur,” jelasnya.

Selain itu, Aidy berpesan kepada seluruh kepala SMK, agar segera menarik para siswa yang magang di luar daerah. Mengantisipasi dan mengurangi kontak langsung atau fisik dari wilayah suspect Covid-19. “Saya harap ini segera dilaksanakan,” ujarnya.

Kepala sekolah harus melarang kegiatan di luar sekolah, termasuk ekstrakurikuler. Yang terpenting, mengurangi kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. “Mau itu kegiatan MKKS, OSIS, MGMP dan sebagainya,” tegas dia.

Kemudian langkah selanjutnya, dalam menyikapi situasi ini, ada gawe besar UNBK yang diantisipasi Dinas Dikbud NTB. Caranya, selama proses kegiatan tahunan ini berlangsung, sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan pengering tangan sekali pakai.

“Bagusnya bisa menggunakan tisu. Sehingga tidak tertular kemana-mana,” terang Aidy.

Memastikan alat-alat ujian seperti keyboard dan mouse komputer, setiap selesai digunakan, harus dibersihkan. “Lap pakai tisu basah,” ujarnya.

Peserta ujian, pengawas, teknisi dan proktor, harus mencuci tangan. “Baik yang sudah ujian dan akan ujian,” jelas Aidy.

Dirinya menegaskan, surat edaran ini juga berlaku dalam ruang lingkup sekolah di Kemenag. Karena pada rapat tersebut, Dinas Dikbud NTB dijadikan sebagai rujukan. “Terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pencegahan Cobid-19 selama ujian,” terangnya.

Agar semua aturan ini diketahui masyarakat, pihaknya tentu saja akan meneruskan ke Dinas Kabupaten dan Kota di NTB. Memang kata dia, kewenangan SD dan SMP, berada di sana, namun besar harapannya, jika level SMA sederajat sudah diliburkan pemprov, diikuti oleh pemkab dan pemkot.

“Kita harapkan kalau Provinsi libur, kabupaten kota juga libur dong. Ini sebagai langkah sterilisasi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia UN 2020 Provinsi NTB H Muh Yahya mengatakan, surat edaran yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19, juga jelas diatur dalam Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0113/SDAR/BSNP/III/2020tanggal 12 Maret 2020, terkait penyikapan sekolah terhadap Covid-19.

“Makanya dibutuhkan kesadaran petugas dan semua pihak, agar mematuhi edaran tersebut,” tegasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB ini menekankan, bagi siswa yang sakit, pihak sekolah harus bersikap agar siswa itu tidak mengikuti UNBK. Dan Siswa yang tidak ikut UNBK, sudah disiapkan jadwal untuk UNBK susulan.

“Saya berharap, semua kita mematuhi apa yang tertuang dalam BSNP,” jelasnya.

Selain upaya pencegahan dari Covid-19, Panitia UN 2020 terus memastikan, agar UNBK berjalan lancar. Yahya menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TELKOM, dengan membawa surat dari Gubernur NTB terkait dengan kesiapan jaringan internet.

“Kami sangat khawatir dengan daerah blank spot, terutama di Sekotong Lombok Barat, dan Badas di Sumbawa, karena tahun lalu mereka sulit mengakses,” jelasnya.

Begitu juga dengan kesiapan PLN. Jangan sampai server tidak terkoneksi aliran listrik. “Ini yang terus kami pastikan, mudah-mudahan berjalan sesuai rencana,” pungkas Yahya.

Manajer Pengelola dan Konstruksi Distribusi di UIW NTB Hengky Purbo Lesmono menjamin ketersediaan asupan listrik selama UNBK berlangsung. “Sekarang sudah ada PLTMG Bima-Sumbawa kapasitas 50 MW, PLTU kita di Taliwang kapasitas 2 x 7MW, sangat bisa memback up kelistrikan kita disana,” jelasnya.

Pihaknya telah menyiagakan sebanyak 926 personil, beserta peralatan pendukungnya untuk menjaga kelancaran proses UNBK. Seperti 20 mobile genset, 15 mobile trafo, empat mobile ups dan lainnya.

Ditambah PLTMGU Lombok Peaker sendiri memiliki total kapasitas sebesar 130 MW. Ditegaskan,cadangan listrik di Pulau Lombok 306 MW, sedangkan beban puncak 262 MW. Sisa sekitar 50 MWlangsung di interkoneksi lewat SUTT 70kV. “Kemampuan kita sudah ada,” pungkasnya.

Jumlah SMK sekaligus peserta , yang akan mengikuti UNBK Tahun Ajaran 2019/2020. “Untuk jumlah sekolah, ada 322 SMK yang akan ikut,” Kata Sekretaris I Panitia UN 2020 Provinsi NTB H Umar.

Ia menyebut, jumlah itu sudah termasuk SMK negeri dan swasta. Sebanyak 90 SMK Negeri dan 232 SMK Swasta. Sementara jumlah peserta tahun ini mencapai 20.916 pelajar. Rinciannya, SMK Negeri sebanyak 14.861 orang. “Kalau yang SMK Swasta, dicatatan kami ada 6.055 orang,” tegasnya.

Sedangkan, jumlah sekolah yang mengikuti US sebanyak 333 sekolah. Dengan rincian SMA negeri ada 156 sekolah dan 177 SMA swasta. Sementara peserta SMA negeri mencapai 24.870 orang. SMA swasta sebanyak 6.432 orang.

Untuk MA yang mengikuti US sebanyak 537 madrasah. Dengan rincian MA negeri ada 18 madrasah dan MA swasta mencapai 519 madrasah. Sedangkan jumlah total peserta keseluruhan sebanyak 20.827. Rinciannya MA negeri sebanyak 3.643 peserta sedangkan MA swasta sebanyak 17.184 peserta.

“Jadi total keseluruhan ada 73.046 orang, karena itu kami berharap tidak ada kendala apapun, semoga lancar terus sampai selesai,” tutup Umar. (yun/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.
Enable Notifications    Ok No thanks