alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Kunjungi Unram, Dubes Uni Eropa Ajak Terapkan Ekonomi Hijau dan Digital

MATARAM-Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengunjungi Universitas Mataram (Unram). Dia juga menjadi narasumber, terkait perdagangan dan investasi yang dikemas dalam acara Ambassador Talk, di Ruang Sidang Senat Unram, Selasa (14/06).

”Saya sangat senang bertemu dengan kalian semua,” ungkap Vincent.

Ia menceritakan telah melihat banyaknya perbedaan antara Eropa dengan Indonesia. Tidak hanya dari segi cuaca, tetapi juga lingkungan, budaya dan agama. Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman yang unik.

Pada pertemuan tersebut, pihaknya membahas terkait Green and Digital Economy atau ekonomi hijau dan ekonomi digital. ”Kita harus mencapai tujuan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Belum lagi kita telah mendapatkan laporan krisis perubahan iklim yang perlu kita hadapi bersama,” jelasnya.

Saat ini, Eropa memiliki 450 juta penduduk dengan ekonomi kedua terbesar di dunia. Uni Eropa memiliki tugas yang cukup besar, salah satunya keinginan untuk menggunakan sumber daya alam berkelanjutan.

Baca Juga :  Gandeng DPD RI, Unram Gelar FGD Raperda dan Perda

”Itulah target jangka panjang Uni Eropa yang ingin dicapai,” tegasnya.

”Kita tidak bisa mengupayakan semua hal itu dalam waktu semalam. Yang perlu kita lakukan adalah dengan mengupayakan langkah demi langkah,” sambung Vincent.

Duta Besar Uni Eropa itu juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pemerintah, perusahaan, dan akademisi. Semua bisa berkontribusi dalam target pencapaian peningkatan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Seperti di sektor kimia, pihaknya memiliki masa lalu yang cukup kelam. Terdapat sampah, limbah, polusi, dan lain sebagainya. ”Karena itu kita harus berusaha agar sektor kimia ini dapat berubah menjadi ekonomi hijau dan ekonomi digital. Hal ini untuk bertransisi ke pembangunan yang berkelanjutan,” terangnya.

Salah satu langkah untuk membangun hal tersebut, dengan membangun kerja sama internasional. Hal ini untuk memberikan kontribusi yang nyata di berbagai level. Ia juga mengakui, Indonesia memiliki keragaman biodiversitas yang tinggi.

Baca Juga :  Unram Gelar PKKMB Jalur SNMPTN, Diikuti 1.074 Mahasiswa Baru

”Semua itu adalah aset yang berharga. Jika tidak ada alam maka tidak akan ada masa depan,” ujarnya.

Hal yang perlu dikhawatirkan yaitu berkurangnya kesadaran akan pentingnya keberadaan flora, fauna, dan sumberdaya alam yang lainnya. ”Kehilangan biodiversitas terjadi setiap waktu,” kata dia.

Ia mengajak semua pihak untuk bekerja keras mengembalikan kondisi kerusakan tersebut. Ditegaskan, kondisi ekonomi digital akan membuat semuanya lebih hemat biaya. Juga hemat tenaga dan hemat energi.

Sedangkan ekonomi hijau akan menurunkan dampak negatif bagi lingkungan dengan mengurangi limbah dan polusi. ”Ini penting menjadi perhatian kita bersama,” tandasnya.

Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan apresiasi kepada duta besar Uni Eropa atas kunjungannya. Banyak pembelajaran yang bisa diterapkan untuk masa depan yang lebih baik. ”Dengan sinergitas seperti ini, bentuk kepedulian dunia pendidikan terhadap masa depan lebih baik,” tegasnya. (yun/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/