alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Soal MPLS, Hari Ini Disdik Mataram Putuskan Daring atau Luring

MATARAM-Satuan pendidikan dan Disdik Kota Mataram terus mematangkan persiapan, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). ”Kami sudah gelar rakor dengan pengawas dan sejumlah kepala sekolah,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, Rabu (15/7/2020).

Karena kegiatan dilaksanakan dalam situasi pandemi, rencananya Fatwir akan menghadap ke Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Dia hendak meminta arahan, apakah MPLS digelar daring atau luring. ”Sinyal kuat diberikan Pak sekda itu ok, namun kami tetap meminta kepastian,” ujarnya.

Harapannya, 173 SD dan 43 SMP baik negeri dan swasta di ibu kota provinsi, bisa menggelar MPLS tatap muka. Alasannya, ada materi esensi tentang sekolah tersebut. Guru atau wali kelas juga akan memberi pemahaman tentang tutorial pola belajar dari rumah (BDR).

”Bagaimana menghadapi belajar daring kedepannya, apa saja yang disyaratkan, itu yang akan kami bahas,” tegas dia.

Disamping itu, Disdik Kota Mataram juga memperhatikan latar belakang orang tua. Dalam penerapan BDR, peran mereka sangat dibutuhkan. ”Mereka yang akan mengawasi anak-anak belajar nanti,” ujarnya.

Sehingga pada pelaksanaan MPLS tersebut, terutama bagi murid SD, akan didampingi orang tua. Merekalah yang mencatat apa poin penting penerapan BDR. Sekolah harus menyiapkan informasi tentang rangkaian kegiatan MPLS. ”Kegiatan ini bukan untuk tujuan hura-hura atau bernyanyi di sekoah,” jelasnya.

Disdik Kota Mataram telah menetapkan, jadwal MPLS 20-25 Juli. Masing-masing sekolah melakasanakannya dengan sistem blok atau shift. Kehadiran  peserta didik di sekolah diatur dalam jumlah dan waktu terbatas. Durasi per sesi hanya 1-1,5 jam. ”Bisa saja kurang dari yang kita rencanakan, SD bisa selesai sehari, kalau SMP paling dua hari selesai,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini sama sekali tidak melanggar ketentuan SE gubernur NTB, terkait penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Poin penting MPLS, mengenalkan peserta didik dengan lingkungan sekolah. Bukan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung. ”Ini yang perlu kami tegaskan,” tandas Fatwir. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks