alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Soal MPLS, Hari Ini Disdik Mataram Putuskan Daring atau Luring

MATARAM-Satuan pendidikan dan Disdik Kota Mataram terus mematangkan persiapan, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). ”Kami sudah gelar rakor dengan pengawas dan sejumlah kepala sekolah,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, Rabu (15/7/2020).

Karena kegiatan dilaksanakan dalam situasi pandemi, rencananya Fatwir akan menghadap ke Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Dia hendak meminta arahan, apakah MPLS digelar daring atau luring. ”Sinyal kuat diberikan Pak sekda itu ok, namun kami tetap meminta kepastian,” ujarnya.

Harapannya, 173 SD dan 43 SMP baik negeri dan swasta di ibu kota provinsi, bisa menggelar MPLS tatap muka. Alasannya, ada materi esensi tentang sekolah tersebut. Guru atau wali kelas juga akan memberi pemahaman tentang tutorial pola belajar dari rumah (BDR).

Baca Juga :  Atur Pola Daring

”Bagaimana menghadapi belajar daring kedepannya, apa saja yang disyaratkan, itu yang akan kami bahas,” tegas dia.

Disamping itu, Disdik Kota Mataram juga memperhatikan latar belakang orang tua. Dalam penerapan BDR, peran mereka sangat dibutuhkan. ”Mereka yang akan mengawasi anak-anak belajar nanti,” ujarnya.

Sehingga pada pelaksanaan MPLS tersebut, terutama bagi murid SD, akan didampingi orang tua. Merekalah yang mencatat apa poin penting penerapan BDR. Sekolah harus menyiapkan informasi tentang rangkaian kegiatan MPLS. ”Kegiatan ini bukan untuk tujuan hura-hura atau bernyanyi di sekoah,” jelasnya.

Disdik Kota Mataram telah menetapkan, jadwal MPLS 20-25 Juli. Masing-masing sekolah melakasanakannya dengan sistem blok atau shift. Kehadiran  peserta didik di sekolah diatur dalam jumlah dan waktu terbatas. Durasi per sesi hanya 1-1,5 jam. ”Bisa saja kurang dari yang kita rencanakan, SD bisa selesai sehari, kalau SMP paling dua hari selesai,” terangnya.

Baca Juga :  Maksimalkan MPLS Tatap Muka untuk Simulasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Menurutnya, kegiatan ini sama sekali tidak melanggar ketentuan SE gubernur NTB, terkait penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Poin penting MPLS, mengenalkan peserta didik dengan lingkungan sekolah. Bukan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung. ”Ini yang perlu kami tegaskan,” tandas Fatwir. (yun/r9)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/