alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tak Lolos Zonasi, Orang Tua Diminta Legowo Anak Sekolah Jauh

MATARAM-Rangkaian PPDB tahun ajaran 2020/2021 resmi berakhir. Dinas Dikbud NTB telah mendistribusikan peserta didik yang tak tertampung di zonanya ke SMA yang belum penuh. ”Dikbud telah bekerja keras,” klaim Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah, Rabu (15/7/2020).

Contohnya di Mataram. Sebanyak 3.126 siswa baru sudah tertampung di 11 SMA negeri. Di saat bersamaan, 397 anak dinyatakan tidak lulus melalui jalur zonasi. Mereka akhirnya disebar ke tiga SMA yang belum penuh alias minim peminat. SMAN 8 Mataram, SMAN 10 Mataram, dan SMAN 11 Mataram.

Kebijakan ini tentu akan ada pro dan kontra. Karena peserta didik, tidak bersekolah pada satuan pendidikan impiannya. Pun tidak sesuai zona, dan jelas jauh dari rumah. Kondisi tersebut, juga membuat Dinas Dikbud NTB berada dalam posisi sulit. ”Kita tidak pungkiri itu,” terangnya.

Karena itu, Rumindah berharap, orang tua mau menerima kondisi yang terjadi. ”Bisa legowo, bisa sedikit lelah demi anak-anak, kalau anaknya senang, kita juga harus senang ya,” ujarnya.

Diakuinya, anak-anak yang bersekolah tidak pada zonasi, menambah jarak tempuh dari rumah. Sehingga pengeluaran juga mengikuti. Namun itulah yang terbaik. Jika dibandingkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan. ”Saya memahami kondisi ini, sehingga saya mengajak orang tua untuk ayo kita saling bekerja sama,” kata dia.

Karena yang akan menjadi masalah besar, ketika anak-anak tidak bersekolah. Padahal pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Sehingga pemerintah memiliki kewajiban besar, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bersekolah.

”Pemerintah sudah menyiapkan tempat, sebab pada prinsipnya sekolah itu sama,” tandas Rumindah.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Mataram-Lombok Barat Sahnan menegaskan, orang tua tidak perlu khawatir buah hati harus melanjutkan pendidikan di sekolah pinggiran. Karena, pemerintah secara bertahap, terus akan meningkatkan fasilitas sekolah tersebut. Baik dari sarana pembelajaran dan tenaga pengajar. ”Guru-guru yang ada di sekolah tengah kota, kita distribusi ke pinggiran, dan ini selalu dilakukan, termasuk penambahan sarana yang kurang,” jelasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks