alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Ingat, PPDB Wajib Jalankan Protokol Pencegahan Korona!

MATARAM-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat pandemi mendorong sekolah memberlakukan aturan ketat. ”Kami tidak bisa main-main kalau tentang ini,” kata Kepala SMPN 14 Mataram Chamim Tohari, pada Lombok Post kemarin (15/6/2020).

 

Disdik Kota Mataram telah menetapkan empat jalur pendaftaran PPDB jenjang SMP. Jalur prestasi dan afirmasi, 16-19 Juni. Selanjutnya, jalur perpindahan orang tua 16-27 Juni, dan zonasi 22-27 Juni. Pemerintah menggunakan metode daring yang dilengkapi aplikasi, untuk memudahkan pendaftaran. Bisa dilakukan dari sekolah yang dituju, sekolah asal, dan bisa dilakukan melalui kantor kelurahan terdekat.

 

Namun, sekolah tetap melakukan antisipasi. Ditunjukkan melalui sejumlah persiapan. Seperti, menempatkan 20 petugas, terdiri dari guru dan operator sekolah, yang menjadi panitia PPDB. Tim itu nantinya yang akan menangani orang tua yang mendaftar. ”Kami sudah menatapkan delapan rombel, sehingga harus ada antisipasi,” tegasnya.

 

Untuk menghindari kerumunan, dirinya mengimbau orang tua yang akan mendaftar tidak perlu membawa anak ke sekolah. Pihaknya akan menerapkan sistem antrean. Dengan pembatasan jumlah pendaftar dalam sehari hanya 50 orang saja. sekolah sudah menyiapkan tiga operator, yang menghandle masing-masing 16 atau 17 orang pendaftar.

 

”Kami siapkan ruang tunggu, jadi nomor antrean 1-16 silakan masuk, setelah itu kami verifikasi berkas persyaratan, saat memenuhi syarat, satu per satu dipanggil masuk ruang operator,” jelas dia.

 

Tohari menyebut, untuk perlengkapan protokol kesehatan, petugas akan memakai sarung tangan, masker dan pelindung wajah. Termasuk alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan juga disiapkan. Orang tua juga diminta tetap menggunakan masker dari rumah. ”Itulah upaya kami dalam hal pencegahan Covid-19 masa PPDB ini,” tandasnya.

 

Kepala SMPN 15 Mataram Zainudin menjelaskan menerapkan serangkaian protocol kesehatan, pihaknya juga menyediakan aula dengan kursi berjarak. Itu sebagai tempat pendaftaran bagi orang tua yang sama sekali tidak memiliki fasilitas untuk PPDB. ”Kami sudah membentuk panitia sebanyak 40 anggota karena menerima 11 rombel, semua cara tadi, demi kemudahan pendaftaran di masa pandemi,” tegas dia.  

 

Untuk meminimalisir terjadinya kerumunan, orang tua juga diminta melakukan pendaftaran dari kantor kelurahan terdekat. ”Harapannya petugas di kelurahan bisa lebih aktif membantu orang tua, agar anak-anaknya ini bisa bersekolah,” pungkas dia. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks