alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Unram Lockdown

MATARAMUniversitas Mataram (Unram) mengambil sikap lockdown kampus memgantisipasi lonjakan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sampai akhir Bulan Januari 2021.

“Dosen melaksanakan pekerjaan dari rumah (WFH), dengan tetap memperhatikan produktifitas dalam rangka pencapaian target kinerja Universitas Mataram,” kata Rektor Unram Prof H Lalu Husni, Senin (18/1).

Dalam kebijakan tersebut direspon dengan kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 477/UN.18/TU/2021. Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Dosen Dan Tenaga Kependidikan Dalam Rangka Upaya Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Di Lingkungan Universitas Mataram.

“SE ini sebagai landasan untuk melakukan penyesuaian sistem kerja,” tambahnya.

Namun demikian dosen diperkenankan melaksanakan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan secara WFH. Misalnya karena memerlukan penyelesaian di kampus atau laboratorium.

“Maka diharuskan mengantongi persetujuan dari Satgas Covid-19 Unram,” jelasnya.

Sebagaimana dosen, tendik Unram juga melaksanakan pekerjaan dari rumah (WFH). Apabila pelaksanaan pekerjaan tendik tidak dapat dikerjakan secara WFH dan memerlukan penyelesaian dikantor. Maka jumlah tendik yang bertugas diupayakan seminimal mungkin dengan tetap mematuhi protokol Covid-19 secara ketat.

“Bilamana ada dosen, tendik dan mahasiswa yang mengalami gelaja pandemi Covid-19 agar segera menghubungi Tim Satgas Covid-19 Universitas Mataram,” serunya.

Baca Juga :  WISUDA OFFLINE KE-53 UMMAT DISAMBUT GEMBIRA ORANG TUA WISUDAWAN

Melalui SE tersebut, Guru Besar Ilmu Hukum Unram itu juga menegaskan penutupan semua sarana kampus seperti Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik yang ada di universitas maupun fakultas. Hal demikian juga berlaku untuk asrama mahasiswa, sarana olah raga, kantin serta sarana publik lainnya yang memungkinkan orang untuk berkumpul dilingkungan kampus.

“Dekan/Ketua Lembaga/Kordinator Prodi/Ketua UPT dan pimpinan unit lainnya diharapkan tetap melakukan monitoring produktifitas atau kinerja dosen dan tendik serta unit kerja masing-masing sesuai sistem kerja yang berlaku,” tegas Prof Husni.

Rektor Unram ke-9 tersbut juga menegaskan akan tetap memberlakukan SE Rektor Nomor : 379/UN.18.1/TU/2021 tanggal 13 Januari 2021. Tentang Pelaksanaan Belajar Mengajar Pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 di lingkungan Unram

“Sepanjang tidak bertentangan dengan SE Nomor 477/UN.18/TU/2021 itu,” imbuhnya.

Diapun menerangkan bahwa SE Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Dosen Dan Tenaga Kependidikan ini berlaku mulai tanggal 19 Januari sampai dengan 30 Januari 2021. Selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Bakti Kominfo Dekatkan Santri dengan Teknologi IT

“Selama bekerja secara WFH, diimbau kepada seluruh Civitas Akademika Universitas Mataram untuk tetap dirumah dan menghindari area publik,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) dr. Hamsu Kadriyan pun membenarkan kondisi saat ini yang semakin mengkhawatirkan. Dikarenakan jumlah kasus positif Covid-19 di NTB meningkat cukup signifikan.

“Jumlah kasus terus meningkat, sehingga risiko penularan menjadi lebih tinggi,” jelasnya.

Anggota Tim Pakar Covid-19 Provinsi NTB itu juga menekankan agar pemerintah dan masyarakat kembali memperketat protokol kesehatan. Sebaiknya protokol kesehatan diperketat lagi, WFH dilaksanakan lagi, dan masyarakat diberi penyadaran kembali agar mengikuti saran pemerintah.

“Prokes jangan pernah lengah,” tuturnya.

Peyebaran Covid-19 di Provinsi NTB terus meningkat. Data terakhir dari Dinas Kesehatan NTB pada tanggal 17 Januari 2021 yang dirilis melalui laman corona.ntbprov.go.id menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 991 orang (15.07 persen). Jumlah pasien yang sembuh sebanyak 5.271 orang (80,16 persen). Jumlah pasien yang meninggal sebanyak 314 orang (4.77 persen), dengan total 6.576 orang. (nur)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/