alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Berbeda dengan Mataram, MPLS di Lobar Gunakan Daring dan Luring

GIRI MENANG-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Lombok Barat (Lobar) menggunakan mekanisme daring dan luring.

”Kami sesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” kata Kepala Dikbud Lobar H Nasrun, kemarin (17/7/2020).

Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/1309_set.DISKDIKBUD/ 2020. Isinya tentang layanan pembelajaran dan MPLS untuk peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021. Meminta sekolah membuat materi dalam bentuk video, foto hingga infografis dengan format digital. ”Ini untuk memudahkan siswa mengenal lebih jauh tentang sekolahnya,” tegasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikbud Lobar Khaerudin mengatakan, pelaksanaan MPLS berlangsung 20-25 Juli. Kegiatan ini diharapkan, dapat menumbuhkan semangat kepada peserta didik baru. Meski berada di tengah pandemi Covid-19, semangat harus terus dipupuk.

”Menyiapkan materi esensi MPLS. Materi itu perlu dirumuskan bersama guru,” katanya.

Bukan hanya MPLS, modul pembelajaran juga harus disusun bersama stake holder yang ada di sekolah. Proses belajar mengajar pada fase transisi sudah dimulai pada 13 Juli, sampai September. Polanya dengan mekanisme belajar dari rumah (BDR).

”Bahan-bahan belajar siswa hingga penugasan, semuanya harus disiapkan,” ujar Khaerudin.

Setelah fase transisi, sekolah diminta mengisi instrumen yang ada, apakah proses belajar mengajar itu bisa tatap muka atau tidak. Jika nilai instrumen mencapai 85 persen, maka sekolah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

”Sekolah nantinya harus menggelar simulasi protokol kesehatan itu,” tandasnya.

Biro komunikasi dan informasi PGRI Lobar Sahman memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah memberikan layanan pendidikan secara daring dan luring. Dari hasil evaluasi organisasi ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan sesuai harapan.

”Terima kasih kepada guru-guru yang sudah bekerja keras,” kata dia.

Namun demikian tentu masih ada kendala. Misalnya, tidak semua siswa memiliki fasilitas ponsel pintar atau tidak ada internet. Guru dalam hal ini mengambil langkah pembelajaran secara luring dengan membuat posko pembelajaran. Biasanya satu posko pembelajaran diikuti lima orang siswa, tentu dalam proses belajar mengajar itu tetap mengunakan protokol kesehatan.

”Guru perlu mengklasifikasi mana KD esensi dan memberikan materi berupa video, power point dan konten pembelajaran yang mendukung di masa pandemi ini,” ujar dia. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks