alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Meski Zona Merah, Mataram Bersiap Gelar MPLS Tatap Muka

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dikabarkan mengizinkan sejumlah sekolah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara tatap muka langsung.

”Saya sudah berbicara dengan beliau (wali kota),” kata Kepala Disdik Mataram H Lalu Fatwir Uzali, Jumat (17/7/2020).

Fatwir menjelaskan kepada orang nomor satu di Mataram itu, bahwa pelaksanaan MPLS tatap muka hanya menghadirkan peserta didik baru. Tujuannya memberikan informasi, tentang pola penerapan dan mekanisme belajar dari rumah (BDR). Bukan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

”Saya katakan begitu sama Pak wali, anak-anak tidak bisa hanya dijelaskan secara daring, tetapi harus bertemu dengan narasumbernya,” jelasnya.

Setelah mendapat izin, Disdik Kota Mataram langsung mengeluarkan edaran terbaru. Merangkum pola pelaksanaan MPLS, penerapan protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19. Termasuk materi esensial selama MPLS, durasi per sesi, dan masih banyak lagi.

”Pak wali benar-benar memberi penegasan, harus ketat menjalankan protokol kesehatan itu. Di mana anak-anak duduk, berdiri, bagaimana pengantaran dan sebagainya,” terang dia.

Jadwal MPLS memang berlangsung 20-25 Juli. Namun, bukan berarti, akan berlangsung setiap hari. Fatwir mengatakan, satuan pendidikan hanya menggelar MPLS langsung 1-2 hari saja.

”Sisanya itu kita pakai daring,” kata dia.

MPLS tatap muka, hanya mengizinkan 2-3 rombel untuk sekali pertemuan. Diatur dengan sistem shif atau blok. Dengan durasi per sesi paling lama 1,5 jam.

”Satu sesi kita hadirkan 14 anak saja, kita mencegah kerumunan,” ujar dia.

Pihaknya sudah menugaskan sekolah, memberitahu orang tua, tentang rangkaian kegiatan MPLS. Sekolah juga diingatkan melakukan pembenahan pada kebersihan, keindahan, dan kerapian halaman atau taman sekolah.

”Kepada orang tua, saya imbau untuk taat dengan aturan protokol kesehatan, anak-anak dari rumah sudah disiapkan masker, kalau cuci tangan atau hand sanitizer, ada di sekolah,” tandas Fatwir.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin menambahkan, sekolah tidak boleh memaksakan orang tua. Jika mereka tidak mengizinkan anaknya mengikuti MPLS, harus dihormati.

”Bila tidak hadir, jangan dipermasalahkan, mungkin ada alasan lain, nanti materinya menyusul,” jelas dia. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks