alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Terapkan BDR, Guru Harus Lakukan Asesmen Diagnostik Pada Siswa

MATARAM-Belajar dari rumah (BDR) sangat berbeda dengan belajar tatap muka langsung di sekolah. ”Semuanya masih memerlukan penyesuaian,” kata Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto, pada Lombok Post, Jumat (14/8/2020).

Karenanya, dalam revisi SKB Empat Menteri tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, guru harus melakukan asesmen diagnostik. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk membantu siswa. Terutama yang paling terdampak pandemi dan berpotensi paling tertinggal.

Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala, untuk mendiagnosis kondisi siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

”Guru bisa merekam, mengetahui, dan mengidentifikasi permasalahan yang ada pada siswa. Baik masalah yang sifatnya sosial, psikologi maupun pembelajaran,” jelas dia.

Kegiatan ini dibagi dua. Asesmen kognitif ditujukan menguji kemampuan dan capaian pembelajaran anak. Ini berkaitan dengan identifikasi capaian kompetensi peserta didik.

Hasil asesmen menjadi dasar pilihan strategi pembelajaran. Memberikan remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal

”Perkembangan pembelajaran siswa, kemampuan siswa, daya tangkap siswa termasuk perkembangan capaian prestasi mereka,” ujar Purni.

Untuk mengetahuinya, guru perlu memberikan rancangan sederhana. Misalnya melalui penugasan. ”Dari sini kita bisa melihat, mana anak yang bisa menyerap materi dengan cepat, normal hingga lambat,” tegas dia.

Jika dari hasil rekam asesmen itu, terdapat masalah belajar siswa, maka guru diharapkan menindakalnjuti. Seperti bagi peserta didik yang lambat menyerap materi, maka guru bisa memberi pendampingan khusus.

”Dengan layanan khusus ini, sampai pada tingkat kompetensi siswa yang diinginkan, supaya tidak mengalami ketertinggalan,” tegas dia.

Yang kedua adalah asesmen non-kognitif yang ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional anak.

”Apakah mereka senang, sedih, tertekan, bosan, atau mengalami situasi dimana anak-anak mungkin selama pandemi ini mengalami kejadian yang guru tidak mengetahui secara persis,” terangnya.

Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan dengan cara yang paling sederhana. Seperti menanyakan kabar, atau meminta siswa mengirimkan emoticon melalui whatsapp. Bisa juga membuat pertanyaan singkat yang menggambarkan perasaan mereka saat ini.

”Kami minta anak-anak memberikan tanggapan sejujur-jujurnya. Dengan cara ini, bisa mengetahui secara keseluruhan bagaimana kondisi anak, kemudian guru mengambil tindakan,” tandasnya.

Ketua PGRI Lombok Tengah H Sumum menyambut baik kebijakan tersebut. Asesmen diagnostik juga bukan hal baru bagi tenaga pengajar. Saat mengenyam pendidikan guru, materi ini pasti dipelajari. Sehingga pada penerapan BDR, ilmu tersebut akan lebih terasah lagi. Sebab digunakan tidak pada kondisi KBM tatap muka.

”Disinilah insting seorang guru bisa dilihat, bagaimana menilai karakter peserta didik, bagaimana kondisi psikisi anak-anak, atau mana yang kerjakan tugas, guru sangat berperan,” tegas dia. (yun/r9)

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks