alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Rembuk NTB Cari Solusi untuk Masalah Literasi di Daerah

MATARAM-Literasi dan numerasi dasar di NTB, masih menjadi persoalan mendasar. ”Isu krusial ini tidak boleh hilang,” kata Ketua Konsorsium NTB Membaca Lalu Sirajul Huda, Rabu (16/9/2020).

Hal itu kembali dibahas dalam diskusi daring bertajuk Rembuk NTB. Puspendik Kemendikbud pada 2019 merilis hasil studi dan survei dalam Kajian AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia). Data menunjukkan, NTB pada urutan 33 nasional untuk kemampuan membaca. Sedangkan untuk kemampuan matematika, urutan 30.

”Rendahnya peringkat literasi dan numerasi di NTB ini, juga tidak lepas dari masih adanya kelompok-kelompok rentan,” jelasnya.

Selama ini mereka menghadapi tantangan serius dalam pembelajaran. ”Kelompok-kelompok rentan ini adalah para siswa yang orang tuanya memiliki masalah ekonomi,” ujar Sirajul.

Kemudian siswa berkebutuhan khusus dan kesulitan belajar fungsional. Termasuk siswa dengan orang tua pekerja migran. ”Serta siswa yang berada di lokasi terpencil dan tidak memiliki akses digital. Serta siswa yang berdampak bencana, misalnya gempa dan Covid-19,” terang dia.

Korona, menambah deretan panjang tantangan yang dialami dunia pendidikan. Mulai dari tingkat kesiapan dan dukungan orang tua pada anak untuk BDR, hingga belum tersedianya aturan dan kebijakan. Termasuk kurangnya sarana atau fasilitas pembelajaran. ”Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” tandasnya.

Dosen PGSD FKIP Unram Lalu Hamdian Afandi mengatakan, ada potensi dan peluang, yang bisa didayagunakan untuk mengangkat kualitas literasi di NTB.

”Sejumlah kabupaten diketahui telah memiliki perangkat kebijakan, yang berpihak pada literasi, numerasi, dan pendidikan inklusif,” ujarnya.

NTB juga telah memiliki tenaga-tenaga pendidik terlatih. Potensinya bisa dimanfaatkan pemda. ”Berbagai elemen lain di luar pemerintah telah menyatakan komitmennya, sekarang tinggal bagaimana mengkonsolidasikan kekuatan ini,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhamad Aminurlah menyampaikan komitmennya mengawal kebijakan. ”Termasuk anggaran yang bisa meningkatkan kualitas literasi dan numerasi di daerah,” tegas dia.

Program Manajer INOVASI NTB Sri Widuri mengatakan, diskusi melalui Rembuk NTB, memberikan banyak gambaran permasalahan. Diharapkan muncul solusi.

”Harapannya, ini rutin dilaksanakan dan bisa mungkin dipimpin pemda, misalnya Bappeda agar komunikasi dan kolaborasi antar pihak, bisa terjaga untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Pada sesi terakhir diskusi, para peserta sepakat, kondisi NTB yang dipaparkan sebelumnya adalah menjadi tanggung jawab semua pihak.

Salah satu langkah nyata dari diskusi itu, adalah pembentukan kelompok kerja. Pokja inilah yang nantinya akan mengidentifikasi akar masalah di tiap daerah dan kemudian merumuskan solusi lokal yang relevan. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks