alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Guru Masih Dilema Terapkan Kurikulum Darurat

MATARAM-Pandemi Covid-19 memaksa guru menerapkan kurikulum darurat. ”Arahannya Kemendikbud,” kata Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB Ermawanti, pada Lombok Post, Kamis (12/11/2020).

Satuan pendidikan bisa memilih salah satu dari tiga opsi pelaksanaan kurikulum. Pertama, tetap menggunakan kurikulum nasional 2013. Menggunakan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus). Terakhir, melakukan penyederhanan kurikulum secara mandiri.

Namun tak sedikit guru yang masih menyesuaikan diri, dan merasa dilema, untuk menerapkannya. ”Tak dipungkiri, memang ada perasaan seperti itu,” jelas dia.

Hakikatnya, sebelum mengajar, guru tetap melihat program pembelajaran yang ingin dicapai. ”Guru setahun sebelum melaksanakan pembelajaran, mereka sudah buat RPP itu,” terang dia.

Saat guru menghadiri pertemuan yang membahas tentang proses pembelajaran, tak jarang pengawas sekolah menyodorkan berbagai pertanyaan. ”Kami kadang ditanya pengawas, target kurikulumnya mencapai sasaran berapa, yang mana, kalau kita ikut kurikulum darurat, tentu nggak tercapai,” kata Erma.

Memang di dalam kurikulum darurat, tidak menargetkan ketuntasan kurikulum. Termasuk mengurangi jumlah soal di dalam tugas.

”Jangan menggunakan banyak materi, cukup patokannya numerik dan literasi, tetapi implementasi keduanya, ada di buku pelajaran itu,” terang dia.

Sebaliknya, orang tua siswa malah berpesan kepada guru memberi pelajaran lebih agar anaknya belajar. ”Seperti inilah gambaran berbagai dilema, yang dihadapi guru saat ini,” pungkas Erma.

Ketua Konsorsium NTB Membaca Lalu Sirajul Hadi mengapresiasi kebijakan Kemendikbud yang satu ini. Tujuannya jelas, agar guru dan peserta didik terhindar dari berbagai tekanan. ”Tidak ada stress, menghindari beban dan sebagainya, memberikan materi esensial saja,” kata dia.

Namun ia menyarankan, dinas pendidikan harus mengeveluasi penerapannya. ”Seperti apa implementasinya,” ujar ketua Ikatan Guru Madrasah (IGMA) NTB ini.

Karena belum tentu guru memahami hakekat dan praktik sesungguhnya kurikulum tersebut. ”Ini yang belum jadi satu kesatuan yang nyambung, antara regulasi dan penerapannya,” tandasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Otak Pabrik Sabu Lotim Buronan Interpol, Kabur dari Brunei-Malaysia

Terbongkarnya pabrik sabu sekala rumahan di Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) menyeret nama MY alias Jenderal Yusuf. Nyatanya Yusuf bukan penjahat “kaleng-kaleng”. Dia kini mendekam di Lapas Mataram pernah berurusan dengan Interpol.
Enable Notifications    OK No thanks