alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Soal SMK Fast Track, Dikbud NTB Masih Tunggu Kebijakan Lebih Lanjut

MATARAM-Daerah belum mendapat petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) program SMK fast track.

”Kami masih menunggu kebijakan kementerian, baik itu melalui rapat virtual maupun secara langsung,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Selasa (17/11/2020).

Konsepnya, program ini akan mengawinkan SMK dengan industri dan dunia kerja (Induka), sekaligus dengan perguruan tinggi. Nantinya, siswa SMK fast track menempuh pendidikan 4,5 tahun. Itu sama dengan sembilan semester dan setara durasi program Diploma-2 (D2) perguruan tinggi.

Pada praktiknya nanti, siswa semester enam akan mengikuti praktik kerja industri (prakerin). Semester tujuh belajar di perguruan tinggi. Semester delapan dan sembilan magang di induka.

”Harapannya semoga segera kita praktikan 2021 nanti,” ujarnya.

Untuk menerapkan program ini, SMK di NTB secara aktif telah melakukan berbagai kerja sama yang sesuai dengan bidang dengan induka. ”Kalau kawin dengan induka, banyak sekolah yang sudah kita MoU-kan, konsepnya nikah massal itu tadi,” terangnya.

Terkait kerja sama perguruan tinggi, Dinas Dikbud NTB masih melakukan sejumlah persiapan. ”Kalau diskusi dengan beberapa kampus sudah kita lakukan,” ujar Aidy.

Menurutnya, menjalin kerja sama antara SMK dengan perguruan tinggi, masih menjadi sesuatu hal yang baru. ”Iya baru, kita harus lihat bidang studi mana yang pas, sebab SMK fast track yang 4,5 tahun ini, siswa tercatat di perguruan tinggi,” tegas dia.

Kepala SMKN 4 Mataram Bakiriyanto mengusulkan, agar lebih terarah, pemerintah harus menggandeng perguruan tinggi jenis politeknik. ”Jadi jurusan-jurusan tertentu yang ada, disesuaikan dengan kor SMK,” tegas dia.

Misalnya di SMKN 4 Mataram yang fokus di bidang pariwisata. “Setidaknya kerja sama itu terjalin antara sekolah dengan Poltekpar Lombok,” jelas Bakir. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks