alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Masuk SMK, Dikbud NTB Hanya Wajibkan Tes Buta Warna

MATARAM-Menyikapi pandemi Covid-19, tes fisik bagi calon siswa SMK, berupa pemeriksaan tato, tindik, dan bau badan, ditiadakan. ”Kalau ini tidak kami tekankan, karena standarnya tidak berakibat pada keselamatan,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Muhammad Yahya, kemarin (18/6/2020).

 

Tetapi untuk tes buta warna, Dinas Dikbud NTB tetap akan melaksanakan. Hanya saja, kegiatan tersebut dilakukan setelah selesai pendaftaran daring SMK. ”Kita melihat, berapa banyak yang daftar pada kompetensi keahlian, yang mewajibkan tes buta warna,” jelasnya.

 

Beberapa kompetensi keahlian mensyaratkan siswa bebas buta warna. Seperti teknologi rekyasa, diantaranya teknik ototronik, audio video, elektornika industri, geomatika, pembangkit tenaga listrik, pendingin dan tata udara, mekanika industri, geologi pertambangan, rekayasa perangkat lunak, multimedia, hingga teknik komputer dan jaringan.

 

Selain itu menyasar ke komptensi keahlian seni dan kreatif. Seperti seni lukis, desain komunikasi visual, kriya kreatif batik dan tekstil, kriya kreatif kulita dan imitasi. ”Termasuk di kemaritiman juga, jadi hanya yang tertentu saja, terutama yang berhubungan dengan elektro, ini wajib ya,” jelasnya.

 

Dinas Dikbud NTB telah membuka jalur pendaftaran PPDB SMK 15-19 Juni. Sementara tes fisik dan verifikasi dilakukan 20-26 Juni. Yahya mengingatkan, bagi orang tua yang mendaftarkan anak-anaknya ke SMK yang memiliki tes buta warna, sebisa mungkin untuk memeriksa sendiri terlebih dulu.

 

”Memang sekolah yang akan tes lagi, tetapi kalau sudah diketahui lebih dulu maka bisa mengarahkan anaknya ke kompetensi lain,” kata dia.

 

Karena sifat tes buta warna itu wajib, semua harus patuh pada aturan tersebut. Ditegaskan, manfaat tes ini murni untuk kenyamanan saat belajar bahkan yang paling utama, untuk keselamatan.

 

”Kalau tidak bisa bedakan warna saat sambung kabel kan bahaya, jadi jangan kekeuh pengen masuk kalau tidak paham dampaknya, buta warna itu tidak bisa kami tolerir,” tandas Yahya.

 

Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal mengatakan telah mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang memaksakan diri. Saat ada orang tua dan calon peserta didik yang tetap ngotot ingin masuk ke kompetensi keahlian, padaha; tidak lolos tes buta warna, telah disiapkan guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka bertugas menjelaskan pengalihan jurusan sambil menjelaskan dampak-dampak yang ditimbul jika seseorang mengalami buta warna.

 

”Tentu kami akan jelaskan secara pelan-pelan ya, kemudian kami arahkan ke kompetensi yang lain, yang sesuai minatnya,” kata dia. (yun/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks