alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Wifi Gratis di Lingkungan Sudah Bisa Dipakai Warga Mataram

MATARAM-Pelajar Mataram sudah bisa menikmati Wifi gratis di masing-masing lingkungan.

”Sudah on sejak awal bulan lalu (Oktober, Red),” jelas Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram I Nyoman Suandiasa mengatakan, kepada Lombok Post, Rabu (18/11/2020).

Pengelolaan Wifi diserahkan kepada lurah maupun kepala lingkungan. ”Tanggung jawabnya tergantung dari mereka, bagaimana seharusnya mengelola,” jelas juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram ini.

Kendati demikian, pemanfaatannya harus diatur. ”Jadi tidak seenaknya dewe, nggak bisa seperti itu,” tegas Suandiasa.

Pemkot Mataram bekerja sama dengan salah satu perusahaan jasa telekomunikasi BUMN, telah memasang Wifi lingkungan di 132 titik. ”Masyarakat bisa memanfaatkan itu sampai tiga bulan, hitungannya Oktober-Desember,” terang dia.

Baca Juga :  Terobosan Keren, Pemilihan Ketua Osis Pakai E-Voting

Kebijakan ini menelan anggaran Rp 198 juta. BTT penanganan Covid-19. Lingkungan yang akan dipasangi wifi gratis diprioritaskan untuk lingkungan yang kumuh padat dan miskin. Usulan lingkungan yang mendapatkan bantuan berasal dari kecamatan.

Di Mataram juga ada 115 titik jaringan internet gratis, yang bisa diakses masyarakat. Semuanya tersebar di ruang publik. Seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH), masjid, kantor camat dan kantor lurah.

”Dengan penambahan ini, bisa menjadi solusi keterbatasan dan kendala BDR itu,” jelasnya.

Sehingga diharapkan, masalah kuota teratasi. ”Memang pemerintah harus ada pada situasi seperti ini,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Unram Agus Purbatin Hadi menambahkan, camat, lurah hingga kepala lingkungan harus mensoyialisasikan keberadaan Wifi gratis itu. ”Orang tua nanti bisa mengawasi aktivitas anak-anak mereka di sana, sampai dengan situs yang dibuka melalui HP-nya,” ujar dia.

Baca Juga :  Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Bila penempatannya di ruang publik, pemerintah harus memasang rambu-rambu imbauan protokol kesehatan. ”Misalnya di pasang di balai warga, pasang imbauan pencegahan Covid-19, supaya aman dan bisa dimanfaatkan guru untuk kunjungan luring,” pungkasnya. (yun/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/