alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tenang, Dikbud NTB Segera Terbitkan Juknis Penggajian Guru Honorer

MATARAM-Sejumlah guru honorer mengkhawatirkan gajinya selama masa Pandemi Covid-19. Terbaru, Kemendikbud RI merilis aturan Permendikbud nomor 19 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

 

”Kami sudah mempelajari aturan baru itu,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (19/4/2020).

 

Ketentuan pembayaran honor paling banyak 50 persen, tidak berlaku selama masa darurat Covid-19. Kemudian, syarat lain juga disusun lebih luwes. Sebelumnya, guru honorer yang mendapatkan penyesuaian gaji maksimal 50 persen, harus memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Hal itu sementara ini, tidak berlaku.

 

Tetapi kata Aidy, pemberiannya tetap harus memenuhi persyaratan tertentu. Seperti guru honorer tercatat pada Dapodik sekolah, per 31 Desember 2019. Termasuk belum mendapatkan tunjangan profesi atau sertifikasi. Terakhir telah memenuhi jam beban mengajar. ”Termasuk mengajar dari rumah dalam masa penetapan status darurat Korona saat ini,” jelas dia.

 

Pihaknya segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis), sebagai turunan pelaksanaan permendikbud itu. Ia mengatakan, item mengenai guru yang telah memenuhi jam beban mengajar, harus diterjemahkan sejelas mungkin. ”Saya bersama kepala seksi kurikulum bidang SMA dan SMK, sedang menerjemahkan, agar ini nantinya tidak terjadi kekeliruan,” tegasnya.

 

Pihaknya juga akan menentukan besaran persentase, setelah aturan maksimal pemberian gaji honorer, sebesar 50 persen itu, sementara tidak berlaku. ”Dengan kondisi seperti ini, apakah memungkinkan lebih dari itu, ini yang benar-benar di telaah,” kata dia.

 

Sebab ada beberapa item kegiatan yang sumber pendanaannya dari BOS, akan dikurangi. Mengingat selama pandemi Covid-19, kegiatan itu tidak dilaksanakan. Seperti pembelian tinta dan kertas, perbaikan sarana bangku dan meja, pengadaan buku dan peralatan laboratorium. ”Saat sekarang, hal itu belum dibutuhkan segera, yang diperlukan saat ini sesungguhnya, layanan daring itu,” tegasnya.

 

Dikbud NTB berjanji, juknis tersebut akan keluar dalam waktu dekat. Agar kepala sekolah, segera mengeksekusinya. Aidy menyebut, pihaknya harus benar-benar menyelami makna pemenuhan jam mengajar. Apa maksudnya, untuk gaji guru honorer yang layak diberikan dari dana BOS. ”Agar kita punya acuan atau rambu-rambunya,” tutup Aidy.

 

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto mengatakan, dalam menentukan pemenuhan jam mengajar guru honorer, bisa melalui evaluasi berkala, yang dikirimkan sekolah. ”Dari sini, kami bisa memantau, apakah semua guru menjalankan tugasnya, dari evaluasi mingguan, jadi saat ini sekolah mengirimkan perkembangan metode pembelajaran daring itu,” tandasnya. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks