alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Mahasiswa Terdampak Korona, Uang Kuliah Boleh Dicicil

JAKARTA— Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan aturan terkait uang kuliah tunggal (UKT).  Aturan-aturan ini diklaim bisa membantu dalam keberlangsungan pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kemarin (19/6) memberikan keterangan bahwa pihaknya telah mendengar keluhan mahasiswa dan rektor di Indonesia. Pandemi Covid-19 ini tidak hanya membuat kerugian dari segi kesehatan.

 

Namun juga perekonomian. Sehingga ada beberapa mahasiswa yang merasa kesulitan membayarkan uang kuliahnya. ”Pendidikan ini nomor satu. Jika tidak bisa melanjutkan kuliah lantaran biaya nanti akan mempengaruhi kualitas masa depannya,” ujarnya.

 

Kemendikbud kemarin mengeluarkan regulasi terkait UKT, yakni Permendikbud 25 Tahun 2020. Nadiem menjelaskan bahwa dalam kebijakan tersebut, masing-masing universitas boleh memberikan penyesuaian UKT kepada mahasiswanya. Terutama bagi yang terdampak Covid-19 sehingga mengalami kesulitan finansial.

 

Aturan tersebut juga tidak mewajibkan mahasiswa yang sedang cuti kuliah atau tidak mengambil beban studi sama sekali. Contohnya mereka yang menunggu wisuda. Bagi mahasiswa di akhir kuliah yang mengambi kurang dari 6 SKS, paling tinggi membayar 50 persen UKT. Rektor atau pemimpin perguruan tinggi yang berwenang memberikan keringanan UKT tau memberlakukan UKT baru.

Ada beberapa jenis keringanan bagi mahasiswa yang kuliahnya terdampak Covid-19. Pertama adalah cicilan UKT dengan cara mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga dan pembayarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Selanjutnya adalah mahasiswa bisa melakukan penundaan pembayaran UKT dengan tanggal pembayarannya disesuaikkan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Ketiga, mahasiswa bisa membayar UKT dengan meminta menurunkan biaya yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan ekonominya. Keempat adalah mahasiwa boleh mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Terakhir, mahasiswa boleh mengajukan bantuan dana untuk jaringan internert dan pulsa tapi ini berdasar pertimbangan perguruan tinggi negeri (PTN).

Selain itu, Nadiem juga berencana menambah jumlah penerima bantuan. Ada tambahan 410.000 mahasiswa dan didominasi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta. Dia pun akan menyisihkan Rp 1 Triliun untuk perguruan tinggi swasta.

“Kami merasa kalau bahwa banyak sekali mahasiswa dan universitas swasta yang sebenarnya sangat rentan bisa tidak lulus atau tidak mampu membayar UKT mereka dan akhirnya harus keluar dari sekolah,” sambungnya. Begitu juga perguruan tinggi swasta yang bergantung pada uang kuliah dari mahasiswanya. (JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks