alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Sepi Pembeli, Pengusaha Distro di Mataram Andalkan Penjualan Online

MATARAM–Bisnis distro ikut terpuruk akibat Pandemi Korona. Meski new normal mulai diberlakukan, tidak serta merta membuat industri kecil menengah yang sebagian besar dikembangan oleh kalangan anak muda ini langsung menggeliat. ”Biasanya selalu ramai dikunjungi pembeli. Tahun ini justru sebaliknya. Begitupun terjadi di distro-distro sekitar sini,” kata Hardiawan Sugianto, pemilik Heartbreak Distro, kepada Lombok Post, Minggu (19/7/2020).

Dikatakan, kebanyakan pembelinya berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA. Juga beberapa mahasiswa. Oleh karenanya, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus yang ditutup juga ikut mempengaruhi pendapatannya.

”Kalau tidak sekolah, mereka tidak dapat uang jajan. Yang kuliah pun sudah balik semua ke kampung halaman. Otomatis tidak ada yang belanja ke sini,” jelasnya.

Penurunan omzet mencapai 70 persen. Pemasukan yang semula mencapai Rp 25.000.000 hingga Rp 40.000.000, turun drastis, kini hanya kisaran Rp 10.000.000 saja.

”Itu pemasukan sejak Maret hingga Juli 2020. Dampak Korona ini benar-benar memukul usaha kami,” keluhnya.

Pihaknya mencoba bertahan dengan menjajaki penjualan online. Dilakukan di sosial media maupun marketplace. Produk yang dipasarkan berupa ragam kaos, hoodie, backpack, jaket, dan celana. Harganya berkisar Rp 149.000 – Rp 350.000. Sedangkan barang edisi terbatas dijual seharga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000. ”Kalau toko, sehari hanya mampu terjual satu item, atau bahkan tidak ada. Kalau online bisa tiga hingga empat item,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Andika Supriadi, pemilik distro Wildtime.co. Online kini jadi penyelamat mereka. Pihaknya bahkan mampu menjual 100-200 item barang diskon melalui penjualan online. Dia terbantu dengan produknya yang sudah terkenal di luar kota. Tak heran, tidak sedikit yang ingin bergabung sebagai reseller.

”Hanya saja saat ini kita masih terkendala keterbatasan sistem produksi. Ditambah lagi momennya masih Korona. Jadi sebaiknya pending dulu,” ucapya.

Sejak Korona merebak, ia memilih menutup salah satu toko miliknya. Beberapa karyawanpun dirumahkan hingga waktu yang belum ditentukan. Padahal, sebelumnya dari kedua outlet tersebut ia bisa hasilkan Rp 100.000.000 hingga Rp 150.000.000 dalam sebulan. ”Biasanya, awal bulan selalu ramai. Saat ini sepi sekali sehingga harus tutup satu toko. Sehingga yang bekerja utama saat ini adalah admin online dan tim kreatif,” ujarnya.

Ia berharap, keadaan bisa segera kembali normal. ”Semoga perekonomian cepat pulih. Supaya karyawan juga bisa kembali bekerja dan perekonomian masyarakat bisa segera berputar,” harapnya. (eka)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks