alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Implementasi Kebijakan MBKM, Unram dan Kanwil Kemenag NTB Teken MoU

MATARAM-Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Lalu Husni melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi NTB Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag bertempat di lobi rektor, Senin (19/10).

“Penandatanganan MoU itu erat kaitannya dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” kata Prof Husni.

Ia mengatakan salah satu bentuknya kerja sama adalah mengajar di sekolah bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dijelaskan FKIP merupakan salah satu dari sembilan fakultas yang ada di Unram dengan jumlah Program Studi (Prodi) S1 sebanyak 12 buah, prodi S2 ada dua buah dan Program Profesi Guru (PPG).

“Hampir semua disiplin ilmu ada di FKIP, karena itulah kami berkepentingan untuk bekerjasama khususnya dalam membina sekolah-sekolah dibawah Kementerian Agama yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” jelas Guru Besar Ilmu Hukum tersebut.

Prof Husni melanjutkan, tahun 2020 dari skitar 6 ribu mahasiswa baru yang diterima. Sekitar 1.918 berasal dari sekolah yang ada di bawah Kementerian Agama dan itu belum termasuk pesantren. Bahkan untuk beberapa prodi favorit seperti kedokteran dan farmasi, Unram telah memberi prioritas bagi calon mahasiswa baru yang menjadi hafidz (penghafal) Alquran 30 juz.

“Tahun ini kalau tidak salah di kedokteran dan farmasi ada sekitar lima orang (yang diterima karena menjadi hafidz, red.),” tuturnya.

Dia juga mengharapkan kedepan Unram bersama Kanwil Kemenag NTB bisa bertemu dengan Gubernur. Ini untuk meneruskan agar beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda) bisa sampai kepada santri. Sebab menurutnya, beasiswa untuk santri berprestasi yang berkuliah di kedokteran sudah berakhir beberapa tahun lalu. Sehingga setelahnya mereka menggunakan biaya sendiri.

“Semoga ada kelanjutannya program tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag NTB HM Zaidi Abdad mengaku Kanwil Kemenag NTB berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan semua pihak. Dia mengatakan MoU dengan Unram itu akan menjadi motivasi bagi Kemenag untuk bisa melakukan yang terbaik. Khususnya dengan seluruh elemen dan jajaran yang terdapat di berbagai Kementerian yang ada.

“Kami sangat senang sekali dengan penandatangan MoU ini. Sebab selama ini kami memang selalu berupaya melakukan sinergi,” jelasnya.

Dia melanjutkan, sinergi tersebut membutuhkan penguatan-penguatan dari segi administrasi maupun dorongan secara material dan spiritual dari berbagai kalangan. Penguatan-penguatan tersebut lanjutnya adalah dengan membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak. Mulai dari Gubernur, Danrem, Kapolda dan seluruh kedinasan yang ada di provinsi NTB. Dia juga menyebutkan berbagai sinergi yang dijalin tersebut adalah untuk membumikan program-program yang ada di Kementerian Agama.

“Termasuk juga menjalin sinergi dengan Unram ini,” katanya. (nur/*

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks