alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Jambi Belajar Pengelolaan BPP Sekolah di NTB

MATARAM-Dinas Pendidikan (Disdik) Jambi, menyambangi Dinas Dikbud NTB. Tujuannya, melakukan studi banding terhadap Biaya Pengelolaan Pendidikan (BPP).

”Kami sengaja mendatangi dalam agenda studi tiru (banding, Red),” kata Bukri, kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jambi, Kamis (19/11/2020).

Selain BPP, ada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), peta jalan pengembangan pendidikan di SMK, pendidikan di SLB, dan kurikulum yang dibahas.

”Kami sudah mendapatkan banyak informasi dan ilmu, untuk kita bawa pulang,” jelasnya.

Yang paling mendesak untuk diterapkan, adalah BPP. Ia mengatakan, sampai saat ini di Jambi, belum ada payung hukum berupa peraturan daerah (perda) atau peraturan gubernur (pergub) mengenai hal itu.

”Kami harus memulainya dari awal,” tegas dia.

Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BPTP) Dinas Dikbud NTB H Abdurrosyidin R menjelaskan, pada dasarnya tata kelola BPP ada di satuan pendidikan masing-masing. ”Artinya ada di sekolah, maka khusus untuk kita di provinsi, BPP hanya ada di SMK dan SMA,” terangnya.

Pungutan BPP untuk siswa SMA maksimal Rp 150 ribu per bulan dan SMK sebesar Rp 200 ribu. ”Alasannya karena kebutuhan SMK lebih banyak dan sudah diatur di dalam pergub,” tegas dia.

Selama ini dana BOS belum bisa menutup 100 persen biaya operasional sekolah. ” BPP ini, setidaknya bisa menutupi kekurangan itu,” katanya.

Aturan lainnya, sekolah tidak diperkenankan memungut BPP dari siswa, yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). ”Termasuk penerima kartu Program Indonesia Pintar (PIP), juga tidak dipungut BPP,” pungkasnya.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan berharap hal itu bisa ditiru di Jambi. ”Kami sudah menjelaskan, apa yang sudah kita lakukan,” terangnya.

Selama mengelola pendidikan di NTB, pihaknya menggunakan tiga arah kebijakan. Pemerataan mutu dan akses, mutu berkeadilan, dan peran serta masyarakat. ”Berikut strategi the power of 4P sudah kita sampaikan,” jelasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks