alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

PPDB Jalur Prestasi Dibuka, Saatnya Siswa Berprestasi Berebut Kursi

MATARAM-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 jenjang SMA di NTB, berlangsung mulai kemarin (20/6). Tahapannya diawali dengan seleksi jalur prestasi.

”Ada tiga jenis prestasi yang diseleksi, yakni akademik, nonakademik dan keagamaan,” terang Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Mataram Burhanuddin, saat ditemui Lombok Post, Senin (20/6/2022).

Mengacu petunjuk teknis (juknis) Dinas Dikbud NTB, pendaftaran jalur prestasi dan verifikasi oleh sekolah berlangsung 20-22 Juni. Seleksi by system 23-24 Juni dan pengumuman 25 Juni.

Kuota jalur prestasi paling banyak 15 persen. Dibagi enam persen prestasi akademik yang dilihat dari nilai rapor semester I, II, III, IV, dan V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA. Lima persen prestasi nonakademik, dilihat dari prestasi piagam atau sertifikat.

Terakhir, empat persen dari prestasi keagamaan. Dengan ketentuan penetapan kelulusan sesuai dengan proporsi calon peserta didik yang mendaftar dan memenuhi persyaratan.

Baca Juga :  FGI NTB Kampanye Cegah Pernikahan Dini, Dorong Revitalisasi PIK-R

Setiap tahunnya, yang menjadi atensi yakni dari nonakademik. Sebab ada saja piagam atau sertifikat yang disertakan dalam pendaftaran, tidak melalui kompetisi atau lomba berjenjang.

”Sesuai aturan pemerintah, lomba atau turnamen yang diikuti oleh mereka, syaratnya adalah, diselenggarakan lembaga resmi dengan penjenjangan tingkatan minimal tingkat kabupaten atau kota, provinsi, nasional ataupun sampai tingkat internasional,” terangnya.

Karenanya, sebelum sekolah melakukan verifikasi berkas fisik, calon siswa baru akan diminta melengkapi semua piagam atau sertifikat. Mulai dari tingkat kabupaten atau kota, provinsi, nasional ataupun sampai tingkat internasional.

”Kalau ada calon siswa yang tiba-tiba membawa piagam tingkat nasional misalnya, kami minta sertakan piagam dari tingkat kabupaten dan provinsinya,” terangnya.

Jika calon siswa tidak bisa menyertakan secara lengkap, sekolah akan meminta yang bersangkutan untuk melegalisir piagam atau sertifikat tersebut ke lembaga yang berwenang. Seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) atau lembaga resmi lainnya sesuai Juknis PPDB.

Baca Juga :  Meski Pandemi, PPDB SD di Mataram Tak Online

”Jadi saat semuanya sudah lengkap, baru kami akan verifikasi,” tandas Burhan.

Terpisah, Kepala SMAN 5 Mataram Siti Nurhani mengatakan, untuk penjaringan calon siswa baru melalui jalur prestasi keagamaan, pihaknya menggelar tes hafalan kitab suci. ”Di juknis, bisa di KCD (Kantor Cabang Dinas, Red) atau di sekolah, tetapi kami memilih melakukan tes itu semuanya di sekolah,” terangnya.

SMAN 5 Mataram telah menyiapkan guru agama, untuk menyeleksi siswa dari jalur ini. Dengannya, guru bisa mengetahui secara langsung sejauh mana kemampaun calon siswa.

”Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya calon siswa yang ikut dari jalur ini adalah yang beragama Islam dan Hindu, jadi kami siapkan guru yang menangani itu,” pungkasnya. (yun/r9)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/