alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Mataram Mulai MPLS Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan

MATARAM-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP di Mataram telah dimulai dengan tatap muka.

”Kami memakai ruang aula sekolah,” kata Kepala SDN 7 Mataram Baiq Zohri Uyuni, pada Lombok Post, Senin (20/7/2020).

Disdik Kota Mataram menjadwalkan, MPLS tatap muka berlangsung 20-25 Juli. Di SDN 7 Mataram, kegiatan tahunan ini akan berlangsung 20-22 Juli, diikuti 102 murid baru dari tiga rombel. Setiap hari, sekolah akan menghadirkan 30 murid baru, dan 30 pihak orang tua.

Kegiatan berlangsung dari 07.30-11.30 Wita. ”Kami bagi dua sesi, 15 anak dan 15 orang tua di sesi pertama di mulai jam 07.30 Wita, lanjut sesi kedua di mulai jam 10.00 Wita 15 anak dan 15 orang tua, durasi persesi hanya 1,5 jam,” ujarnya.

Uyuni mengatakan, selama kegiatan MPLS, sekolah secara ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua pihak harus menggunakan masker, suhu tubuh diperiksa dan mencuci tangan dengan sabun.

”Saat pertemuan di aula, kami juga mengatur jarak kursinya, anak dan orang tua tidak boleh berdempetan,” jelasnya.

Pihaknya benar-benar memanfaatkan durasi 1,5 jam. Materi yang diberikan mulai dari pengenalan wawasan wiyata mandala, profil sekolah, pengenalan PTK, komite, guru, dan para staf. Termasuk sarana dan prasarana, program dan kegiatan ekstrakurikuler, disertai dengan testimoni murid berprestasi bidang akademik dan nonakademik.

”Ini yang penting kami jelaskan, alasan dihadirkan orang tua ke siswa, setelah MPLS ini, kita semua akan belajar dari rumah, menggunakan daring. Alhamdulillah semuanya menyambut baik,” ujarnya.

SDN 7 Mataram juga memberi kesempatan murid baru dan orang tuanya, mengelilingi sekolah. Semuanya didampingi dan dipandu guru kelas I dan II. ”Sekalian saja pada hari yang sama, kita selesaikan materi dan keliling kelas, selanjutnya tidak ada pertemuan intens,” tandas Uyuni.

Pantauan koran ini di tempat lainnya,  SDN 13 Ampenan, punya pola sendiri. Pada hari pertama MPLS, murid baru tidak ditemani orang tuanya. Karena sekolah hanya memberikan materi tentang wawasan wiyata mandala, kemandirian dan kepercayaan diri.

”Bagaimana anak-anak tampil di depan kelas untuk berbicara memperkenalkan diri,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengenalan lingkungan sekolah , akan dilakukan hari ini secara berkeliling, dengan di temani para pengajar. ”Itu yang sudah kami jadwalkan,” tegasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks