alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

BDR Akibatkan Anak Kecanduan Gawai, Diharapkan Ada Layanan Konseling

MATARAM-Penerapan pola belajar dari rumah (BDR) akibat Korona membuat pelajar kecanduan gadget. ”(Karena, Red) memicu interaksi anak dengan gawai semakin tinggi,” kata Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi, pada Lombok Post, Selasa (20/10/2020).

Hal itu diperparah kondisi lapangan, tidak semua anak didampingi orang tua. Hal ini terutama berlaku pada siswa SMP dan SMA sederajat. ”Anak-anak ini mengerjakan sendiri,” jelas dia.

Yang ditakutkan buka sekadar kecanduan. Namun ada potensi terpapar radikalisme, hingga pornografi. Itu bisa terjadi karena intensitas mereka berselancar di dunia maya yang meningkat signifikan.

Dampaknya, pernikahan usia anak hingga kekerasan seksual bisa muncul. Pemikiran radikal juga bisa berkembang, jika situs yang dibuka tak tepat. ”Pengamatan kami seperti itu,” ungkap Joko.

Dampak negatif lain BDR, tingkat stres dan depresi anak semakin tinggi. Selain terkendala fasilitas pendukung, tidak semua anak mampu menyerap materi dengan baik. ”Anak-anak juga punya daya ketidakmampuan mengikuti kelas daring itu,” terangnya.

Dirinya berharap OPD terkait membuat kebijakan terukur terintegrasi. Bisa dengan memanfaatkan kader-kader yang ada di kelurahan atau desa. Misalnya, membuka layanan konseling daring maupun kunjung.

”Seperti yang kami lakukan di LPA Kota Mataram, membuka layanan itu dengan melibatkan dua orang psikolog,” terang Joko.

Sedangkan sekolah bisa mengaktifkan kembali peran guru bimbingan konseling (BK). Diingatkan, anak-anak tidak luput dari tekanan psikis. ”Mereka juga butuh teman curhat,” tandasnya.

Pengawas Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA dan SMK Mataram-Lombok Barat Sugeng Prayoga menambahkan, guru BK berperan dalam membantu memecahkan permasalahan siswa. Untuk mengetahui masalah, bisa ditelusuri dengan berbagai cara.

”Misalnya dengan membuat survei, apa keluhan-keluhan dari siswanya, untuk menghadapi BDR daring,” jelas dia.

Hasil dari survei ditindaklanjuti dengan menyusun program kerja. Kemudian memberikan layanan bimbingan konseling yang diperlukan. ”Dari sana bisa membuka layanan konsultasi itu, saya berharap kepala sekolah bisa memaksimalkan peran mereka, ini sangat penting,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks