alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah di NTB Ikut Asesmen Kompetensi

MATARAM-Kemenag tengah menggelar asesmen kompetensi. Sasarannya, guru, kepala, dan pengawas madrasah. ”Untuk Kanwil Kemenag NTB, kami melakukannya dari 19-23 November,” kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB HM Ali Fikri, pada Lombok Post, Jumat (20/11/2020).

Tercatat 2.506 orang ambil bagian. ”Mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang memenuhi persyaratan,” terangnya,

Guru MI misalnya, berlaku bagi yang mengampu mata pelajaran guru kelas. Guru MTs, mereka yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA terpadu, dan bimbingan dan konseling.

”Guru MA adalah pengajar mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, bimbingan dan konseling,” tegas dia.

Baca Juga :  SMAN 4 Mataram Kampanyekan Budaya Literasi

Tujuan kegiatan ini, mengetahui tingkat dan gambaran informasi umum kompetensi sesuai standar. Termasuk untuk memetakan sebaran dan kompetensi. Ini sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jenis pembinaan dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

”Ini juga kami lakukan untuk menyusun rapor kompetensi, yang akan menjadi acuan pihak terkait dalam pengembangan keprofesionalan mereka,” jelasnya.

Hasil asesmen bukan dilihat dari lulus atau tidak lulus. Tetapi, ada predikat atau level pendampingan asesmen. Mencakup; berkembang, cakap, terampil, dan mahir.

”Rentang nilai sudah ditentukan,” tegasnya.

Level berkembang 0-25, level cakap  26-50, kemudian level terampil 51-75, dan level mahir 76-100.

Ditegaskan, asesmen kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah sangat penting. Sebab, mereka menjadi penentu kualitas penyelenggaraan pembelajaran di madrasah.

Baca Juga :  Kepala Madrasah Didorong Miliki Integritas, Inovasi, dan Keteladanan

”Habit dan budaya kualitas harus tumbuh di kalangan guru-guru madrasah. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar kebijakan Kemenag kedepannya,” pungkasnya.

Kepala Seksi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PTK) Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB H Hasbul Manan menambahkan, jika terdapat guru, kepala dan pengawas madrasah yang tidak lolos, akan ada langkah lanjutan.

”Kami akan memberikan workshop atau pelatihan kepada mereka, misalnya guru, kita tidak mampu menguasai mata pelajaran yang diampu,” tegas dia. (yun/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/