Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Tembus Pasar Nasional, SMK Ondak Jaya Jual 5 Ribu Lebih Produk

SELONG–Sejak berdiri pada Tahun 2017 lalu, SMK Ondak Jaya telah menjual lebih dari 5 ribu unit produk teaching factory. “Kami telah menjualnya di hampir seluruh wilayah Indonesia,” terang Kepala SMK Ondak Jaya Harmaen pada Lombok Post, Senin (21/11).

Konsumen produk teaching factory SMK Ondak Jaya menyebar di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, Kalimantan Timur, Jambi, Bali dan daerah lainnya. Sementara itu, produk yang paling banyak dipesan konsumen adalah mesin olahan.

“Misalnya yang dari Jambi itu memesan mesin olahan makanan untuk pembuatan emping jagung, ada mesin olahan tembakau dikirim ke Makassar, juga ada mesin olahan briket arang ke Halmahera,” jelasnya.

Untuk produksi, biasanya konsumen yang merancang sendiri alat yang ingin dipesan, kemudian diserahkan ke pihak SMK Ondak Jaya. “Kalau dari konsumen itu biasanya serahkan desain yang sudah umum dan semua orang saya rasa bisa kerjakan, jadi kami tinggal produksi,” tegas Harmaen.

Baca Juga :  UNIVERSITAS BUMIGORA ARAHKAN PEMBELAJARAN DIGITAL 5.0.

Namun, konsumen tetap diperlihatkan alat yang didesain khusus oleh SMK Ondak Jaya. Keunggulannya, produk yang dihasilkan telah melalui proses riset dan uji coba terlebih dulu.

“Misalnya kita buat mesin pemecah kulit kemiri, itu kan sulit sekali caranya, nah kami desain supaya bisa beroperasi jangan sampai kulitnya itu pecah, jadi mesin ini kami riset dan uji coba,” terangnya.

Harmaen mencontohkan, jika ada konsumen yang memesan produk desain khusus SMK Ondak Jaya, pihaknya meminta waktu lebih dari tiga bulan lamanya. Durasi ini dimulai dari riset, uji coba hingga pembuatan produk.

“Sebaliknya, kalau pesan alat yang sudah familiar desainnya, seminggu sudah jadi karena sudah umum, meski begitu tetap ada perbedaan di beberapa sisi,” kata Harmaen.

Baca Juga :  Manfaatkan Bengkel sebagai Tempat Pembelajaran dan Praktikum

Semua itu dikerjakan oleh guru, siswa dan alumni SMK Ondak Jaya bahkan industri. Mulai dari desain, kebutuhan dan jenis komponen, hingga proses produksi. Melalui kegiatan ini, sekolah sekaligus menerapkan kurikulum Industri.

Dengan kurikulum yang lebih sinkron dengan kebutuhan industri ini, kompetensi lulusan SMK Ondak Jaya diyakini akan meningkat. “Kegiatan produksi ini memberikan banyak pembelajaran yang membangkitkan kompetensi siswa, seperti peningkatan hard and soft skill yang dapat digunakan dalam dunia kerja nanti,” pungkasnya. (yun/r10)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks