alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Ingat, Kini Daftarkan Anak Tak Perlu ke Sekolah!

MATARAM-Tahun pelajaran 2019/2020 telah berakhir 20 Juni. Selanjutnya, peserta didik jenjang TK, SD dan SMP bisa menikmati liburan akhir tahun pelajaran hingga 11 Juli. ”Nanti tahun ajaran baru, sesuai kelender pendidikan dimulai 13 Juli,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, kemarin (21/6/2020).

 

Ketua Panitia PPDB 2020 Disdik Kota Mataram M Taufik mengatakan, karena PPDB SMP menggunakan mekanisme daring, pihaknya telah berkoordinasi dengan 50 lurah dan enam camat di Kota Mataram. Jika masyarakat terkendala akses jaringan internet, bisa dilakukan dari kantor kelurahan dan kecamatan. Di sana disediakan petugas atau operator, yang sudah dilengkapi dengan juknis.

 

”Kami sudah latih mereka, dan bisa memandu dan membantu pendaftaran, biar nggak semuanya numpuk dan datang ke sekolah,” tegasnya.

 

Hal ini juga baik terkait upaya mencegah potensi penularan Virus Korona. Dengan memecah kerumunan di kantor lurah dan camat, sekolah akan lebih ringan menanggung beban PPDB.

 

Terkait keputusan membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung, sebenarnya Disdik Kota Mataram berkeinginan bisa dilakukan saat tahun ajaran baru dimulai. Namun, melihat Mataram masih zona merah, hal itu agaknya sukar terjadi. ”Kami harus meminta izin ke satgas,” tambah Fatwir.

 

Kendati demikian, pihaknya juga belum bisa mengambil sikap, apakah sekolah tetap ditutup atau belajar dari rumah dilanjutkan. ”Kami masih melihat perkembangan, mudah-mudahan dalam sebulan ini ada perubahan ya, dari merah ke hijau,” harap Fatwir.

 

Saat ini, sekolah hanya dibuka untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu sudah dimulai sejak 15 Juni lalu, melalui jalur prestasi, perpindahan orang tua, dan afirmasi atau pra sejahtera. ”Besok (hari Ini,Red), dimulai PPDB dengan jalur zonasi,” jelasnya.

 

PPDB jalur ini dimaksudkan mendekatkan rumah peserta didik, dengan sekolah. Jadi orang tua tidak direpotkan lagi dengan urusan transportasi anak, antara sekolah dengan rumah. ”Siswa bisa berjalan kaki atau naik sepeda, sehingga seluruh kegiatan sekolah kapan pun bisa dihadiri oleh siswa,” katanya.

 

Perihal pemikiran sekolah favorit dan tidak dibenarkan masih ada dalam benak masyarakat. Apalagi jalur zonasi, merupakan salah satu jalur PPDB yang paling sensitif. Namun tegas dia, pada prinsipnya, semua sekolah sama.  ”Semua kami perhatikan, baik dalam hal sarana, intra dan ekstrakurikuler hingga infrastruktur, tidak ada yang luput dari pandangan kami,” tandasnya.(yun/r9)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks