alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

UIN Mataram Beri Keringanan Uang Kuliah Tunggal

MATARAM-Menyusul terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor  515 Tahun 2020, UIN Mataram memberi keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). ”Saya sudah menetapkan keputusan,” kata Rektor UIN Mataram H Mutawali.

 

Hal itu tertuang dalam Keputusan Rektor UIN Mataram, Nomor 1012 Tahun 2020 Tentang Keringanan Pembayaran UKT, semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Selain pengurangan UKT pihaknya turut memperpanjang waktu pembayaran UKT, 25 Juli-31 Agustus.

 

Pria bergelar doktor ini mengatakan, mahasiswa bisa mengajukan surat permohonan keringanan secara daring. ”Lampirkan dokumen persyaratan pendukung,” pesannya.

 

Antara lain, surat keterangan pekerjaan dan penghasilan orang tua dari kantor desa atau lurah. Selanjutnya, melampirkan surat keterangan meninggal dunia bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dalam masa pandemi. Jika ada, mahasiswa bisa menyertakan surat keterangan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat bekerja orang tu. Terakhir, melampirkan kartu keluarga.

 

”Disampaikan melalui situs resmi kampus, mulai 22 Juni hingga 15 Juli,” kata dia.

 

Kebijakan ini tidak berlaku bagi orang tua atau wali mahasiswa, yang berstatus PNS, TNI atau Polri, karyawan BUMN, BUMD, DPR, DPD, DPRD, dan mahasiswa penerima beasiswa. ”Tidak berlaku bagi mereka,” tandas Mutawali.

 

Dalam KMA 515 Tahun 2020, sebenarnya ada tiga skema keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa terdampak Covid-19. Yaitu pengurangan UKT, perpanjangan waktu pembayaran UKT, dan angsuran UKT pada PTKN Badan Layanan Umum (BLU). Namun UIN Mataram hanya memilih dua dari tiga skema itu.

 

”Kami ambil keringanan dan perpanjangan waktu pembayaran UKT. Untuk kebijakan mengasuran tidak kami ambil, karena sistem kami tidak memungkinkan,” kata WR II UIN Mataram Hj Faizah. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks