alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Siswa SMKN 2 Sumbawa Besar Ciptakan Mesin Pencacah Pakan Ternak

SUMBAWA–Memeriahkan HUT RI ke-75, sekaligus menjadi bagian kebangkitan Industrialisasi Bumi Gora, Dinas Dikbud NTB menggelar pameran puluhan produk karya SMK. Ada dua mesin yang begitu menyita perhatian. Mesin pencacah pakan ternak dan pengupas kelapa dari Sumbawa.

”Tadi banyak yang lihat, banyak yang tanya-tanya juga bagaimana cara kerjanya, sambil kita praktikkan,” kata guru sekaligus Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 2 Sumbawa Besar Indra, saat memperlihatkan mesin pencacah pakan ternak.

”Kami mendiskusikan ini sama-sama, yang penting sekolah membuat mesin yang sesuai dengan potensi daerah,” tambahnya.

Pembuatan mesin tersebut memakan waktu kurang dari dua bulan. Bersama siswa dan guru yang tergabung dalam tim, pihaknya mulai membuat desain. selanjutnya komponen alat, cara kerja, analisa biaya dan lainnya.

”Setelah berkutat selama itu, Alhamdulillah kita berhasil membuatnya,” tegas dia.

Cara kerja mesin pencacah ini sangat mudah. Dilengkapi dua bahan pakan yang bisa digiling sekaligus. Pakan seperti rumput gajah, atau jerami dialirkan melalui konveyor. Kemudian masuk ke mesin penggiling halus dan bermuara dalam wadah. Bila peternak ingin menambah jagung atau pisang, juga disediakan alat penggilingnya.

”Setelah masuk ke wadah, ada sensor otomatis menyemprotkan cairan penggemuk sapi, lalu mesin otomatis mencampurkan semua pakan yang ada,” jelas Indra.

Selanjutnya, pakan tersebut dengan teknis otomasi, berjalan layaknya kereta dan pakan siap dihidangkan ke ternak. ”Kalau contoh yang kita buat sekarang panjangnya lima meter, dan bisa sesuai kebutuhan peternak,” jelas dia.

Agar lebih sempurna, mesin tersebut sedang dirancang tidak beroperasi menggunakan listrik. Namun akan dipasang panel surya. ”Kami berharap ini bisa diproduksi massal, agar peternak bisa membuat pakan ternaknya hingga ke tengah ladang,” tandasnya.

Produk SMK lainnya yang tak kalah menarik perhatian adalah mesin nyer ijo. Yaitu mesin pengupas kelapa, karya SMKN 1 Buer. Ide pembuatan produk ini, berangkat dari suasana kearifan lokal, di Kecamatan Buer. Terletak di daerah pesisir, membuat produksi buah kelapa meningkat.

”Karena teknologi tepat guna, maka kami membuat alat sesuai zona,” kata guru Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 1 Buer.

Mesin tersebut mampu mengupas kelapa utuh menjadi santan, secara otomatis kurang lebih 10 menit. Dilengkapi alat pengupas serabut, batok, parut dan alat peras yang menghasilkan santan. Sangat ampuh dipakai ketika ada hajatan besar. ”Dengan alat ini memudahkan semua prosesnya. Satu mesin yang komplit,” tegas dia.

Kendala SMKN 1 Buer juga terletak pada keterbatasan alat. Tak kurang dari 90 persen alat didatangkan dari Mataram. Hal itu memakan waktu dan biaya. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks