alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

MATARAM–Di sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB), simulasi KBM tatap muka juga tengah berlangsung. ”Kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Kepala SLBN 2 Mataram Winarna pada Lombok Post, Senin (21/9/2020).

Sekolah sudah menyiapkan petugas piket dari unsur guru. Tugasnya mengarahkan siswa mengikuti tahap demi tahap protokol kesehatan. ”Guru lain juga ikut membantu supaya, yang piket tidak kelelahan,” ujarnya.

Semua siswa mengawali kegiatan dengan apel siaga. Hal ini disebut sebagai langkah pemeriksaan dan kesiapan belajar. ”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Setelah semuanya siap, guru kemudian mengarahkan siswa masuk ke kelas masing-masing. ”Kami membiasakan mereka tertib,” terangnya.

Tercatat 160 siswa SLBN 2 Mataram TK-SMA mengikuti simulasi. Agar tidak berkerumun, sekolah menggunakan sistem blok. ”Blok A jadwalnya hari Senin dan Rabu, kemudian Blok B bisa belajar di hari Selasa dan Kamis,” tegas dia.

Jumat dan Sabtu untuk mengevaluasi belajar siswa. Termasuk untuk kegiatan guru kunjung, ke rumah siswa yang tidak masuk. ”Apakah itu karena sakit dan belum diizinkan orang tuanya,” terang Winarna.

SMA dan SMK memiliki durasi maksimal belajar hingga empat jam. Di SLBN 2 Mataram, belajar saat simulasi KBM tatap muka, hanya dua jam saja, 08.30-10.30 Wita.

”Begitu juga dengan pelajaran, saya tekankan kepada guru, supaya tidak terlalu kaku, sebab kita belajar di era adaptasi kebiasaan baru,” jelasnya.

Yang terpenting, menumbuhkan niat memulai belajar peserta didik. Catatannya, sambil terus menerapkan protokol kesehatan. ”Jangan sampai kita mengabaikan tentang menjaga kesehatan dari datang sampai pulang sekolah,” kata dia.

Selama simulasi, sekolah mengizinkan orang tua mengikuti KBM tatap muka. Apalagi untuk peserta didik baru. ”Anak-anak baru ini kan belum bisa mandiri, nggak betah dia keluar kelas mencari ayah dan ibunya, makanya untuk menjaga seperti itu, kami siapkan penyesuaian,” terangnya.

Sekolah juga mengizinkan, orang tua menunggu anak-anaknya pulang. ”Kami sudah siapkan berugak, maksimal di tempati empat orang dan bangku panjang dengan tanda silang agar jaga jarak,” tandas Winarna.

Salah satu orang tua siswa SLBN 2 Mataram Mahayani, senang anaknya kembali bersekolah. ”Kalau di rumah saya agak susah mengajari anak,” kata dia.

Selama simulasi, ia sudah menyiapkan segala perlengkapan anaknya. Seperti masker dan hand sanitizer. ”Sebelum berangkat, saya ajak anak saya untuk sarapan dulu, karena dari sekolah bilang kantin ditutup,” ujar wanita asal Lingsar, Lombok Barat ini. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks