alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Semnas Unram Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Sandiaga Uno, Setiap Krisis Ada Peluang

MATARAM—Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Prodi Ikom Unram) menggelar Seminar Nasional (Semnas) Pengabdian Kepada Masyarakat. Dengan tema Komunikasi, Resiliensi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan secara virtual melalui Zoom, Kamis (22/10).

”Jumlah peserta Semnas 600 orang dan pemakalah 76 orang berasal dari 34 universitas maupun instansi dari seluruh Indonesia,” kata Ketua Prodi Ikom Unram Agus Purbathin Hadi.

Semnas menghadirkan tiga orang narasumber. Narasumber pertama Gubernur NTB diwakili Kabid Litbang Bappeda NTB Lalu Suryadi. Narasumber kedua Guru Besar Sekolah Farmasi ITB dan Ketua Forum Layanan IPTEK bagi Masyarakat Prof Sundani Nurono Soewandhi. Narasumber ketiga tokoh pengusaha nasional dan pendiri OK OCE Indonesia H Sandiaga Salahuddin Uno.

Acara tahunan ini diprakarsai Ikom Unram, mengingat tidak banyaknya Semnas pengabdian kepada masyarakat saat ini. Sebab pengabdian kepada masyarakat salah satu dari tri dharma perguruan tinggi. Selanjutnya, Semnas itu juga menjadi sarana berbagi konsep inovasi untuk pengembangan masyarakat di daerah.

“Terkait juga dengan Kebijakan Merdeka Belajar — Kampus Merdeka, maka Semnas untuk menerapkan proyek-proyek yang akan dilakukan mahasiswa kami. Sebab hubungan masyarakat adalah salah satu kajian dari ilmu komunikasi,” ungkapnya.

Rektor Unram Prof H Lalu Husni mengapresiasi Semnas yang menghadirkan Pemerintah Daerah (Pemda), pakar dan tokoh nasional itu. Prof Husni mengingatkan 17 agenda pembangunan global berkelanjutan untuk kemaslahatan umat manusia dan planet bumi (SDGs), sebagaimana yang dideklarasikan oleh PBB beberapa tahun lalu.

“Hingga akhirnya karena pandemi Covid-19 saat ini, agenda pembangunan global mengalami perubahan mengikuti kondisi. Indonesia sendiri pun telah memiliki program untuk mengatasi pandemi ini, baik berupa kebijakan fiskal dan non fiskal,” katanya.

Dalam kaitannya dengan kondisi saat ini, Prof Husni memandang Semnas itu menjadi sangat relevan. Sebab melalui forum tersebut diharapkan bisa memberikan sumbangan ide-ide inovatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menghadapi kondisi ditengah pandemic. Apalagi isu-isu yang tengah hangat diperbincangkan saat ini seperti Omnibus Law.

”Semoga nantinya ini ada masukan untuk pembangunan berkelanjutan di masa mendatang,” terangnya.

Mewakili Gubernur NTB, Kabid Litbang Bappeda NTB Lalu Suryadi menyebutkan komunikasi dalam pemerintahan ada dibeberapa tahap. Beberapa tahap itu seperti komunikasi perencanaan pembangunan, penganggaran pembangunan, pelaksanaan pembangunan, serta monitoring dan evaluasi pembangunan. Dia juga menjelaskan resiliensi sosial adalah kemampuan suatu sistem sosial mempertahankan keutuhan atau integrasi sosialnya.

”Lebih-lebih ditengah pandemi seperti saat ini, komunikasi dan resiliensi efektif pemerintah kepada masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif dan tidak menimbulkan kegaduhan,” bebernya.

Prof Sundani Nurono Soewandhi mengatakan pengabdian kepada masyarakat harus menyasar manusia, kawasan dan komoditas. Riset para peneliti yang melahirkan inovasi harus bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Tentunya agar karya intelektual mereka bisa dirasakan manfaatnya secara merata.

”Peluang karya intelektual diantaranya adalah untuk merekonstruksi sosial ekonomi, mengkonservasi dan aktualisasi budaya. Termasuk mengaktualisasi peradaban dan untuk menumbuhkan harkat hidup serta intelektualitas,” sebutnya.

Sandiaga Uno yang mendapat giliran terakhir menyampaikan materi membahas topik menarik yang disebutnya sebagai Jumantul (Juru Mantap Betul). Menurutnya krisis unik yang disebabkan pandemi saat ini adalah anak tangga menuju kesuksesan. Dia mengajak pemerintah, institusi pendidikan dan UMKM bersatu bahu membahu agar bisa maju dan keluar sebagai pemenang dari pandemi saat ini. Karena menurutnya setiap krisis ada peluang.

“Jangan banyak mengeluh, harus mampu menyiapkan diri menghadapi krisis untuk menjadi pemenang, sebab kesulitan adalah anak tangga menuju kesuksesan,” seru pendiri OK OCE Indonesia itu.
Dia melanjutkan, setiap ada tantangan harus mantap betul untuk maju. Tidak mencari kesalahan orang lain sehingga menimbulkan perpecahan. Justru sebaliknya, krisis harus menjadi momen untuk mewujudkan persatuan.

“Nah, teman-teman generasi milenial dan zilenial ini memiliki peran penting sebagai Jumantul, lihat sekeliling kita, orang-orang pada kesulitan, berarti harus ciptakan gerakan ekonomi,” pungkasnya. (nur/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks