alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Disdik Kota Mataram Wajibkan Guru Piket Masuk Sekolah

MATARAM-Bukan hanya siswa, guru juga diberikan keringanan, sebagai upaya pencegahan Covid-19. ”Kami memberikan kebijakan yang terbaik juga bagi mereka (guru),” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Fatwir Uzali, kepada Lombok Post, kemarin (22/3/2020).

 

Namun, tidak semua bekerja dari rumah. Untuk guru SMP, setidaknya harus diisi oleh satu atau dua guru piket, masing-masing mata pelajaran (mapel). ”Misalnya ada tiga guru IPA, diatur saja, apakah harus satu yang piket atau dua,” kata dia.

 

Kebijakan itu, harus diperhatikan sebijak mungkin. Sarannya dengan mengajak Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), saling berkoordinasi. ”Siapa yang harus piket, atau bagaimana pengaturan, terserah yang penting ada perwakilan guru mapel,” tegas Fatwir.

 

Intinya kata dia, situasi dan kondisi di sekolah, harus disesuaikan dengan jumlah guru mapel yang ada. ”Jadwalnya harus diatur yang bagus dan secara adil oleh kepala sekolah dan MGMP,” jelas dia.

 

Hal yang sama juga berlaku untuk para guru SD. Dalam satu sekolah, ada tiga sampai empat guru, yang ditugaskan menjadi guru piket. ”Pokoknya disesuaikan lagi dengan jumlah guru yang ada di sekolah itu,” ujarnya.

 

Disdik Kota Mataram memberlakukan kebijakan ini, lantaran Satuan Pendidikan juga tidak terlepas dari pelayanan administrasi. Misalnya ada yang bermasalah dengan ijazah, ada yang mengurus keperluan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, atau keperluan yang menyangkut pendidikan lainnya.

 

Karena itu, selain guru piket, pihak yang tidak bisa libur di tengah kondisi seperti ini adalah pimpinan hingga bagian tata usaha (TU).

 

”Itu tidak boleh libur. Karena banyak pelayanan administratif, juga pengawasan yang harus dijalankan,” tutup Fatwir.

 

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Mataram M Yasin mengatakan, saat ini kebijakan tersebut sudah dijalankan oleh semua sekolah. Dia berpesan, kondisi peserta didik harus tetap diperhatikan. ”Agar proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dari rumah,” ujarnya. (yun/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks