alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

MATARAM-Kemendikbud mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional, 2021 mendatang.

Pemerhati Pendidikan H Nuriadi Sayip menyarankan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi. Kebijakan baru ini jelas masih asing bagi banyak kalangan. ”Hal ini sangat perlu terus dilakukan guna melakukan persiapan lebih awal yang lebih matang,” tegasnya.

Dia juga berpendapat, lebih baik pemerintah menggelar uji coba lebih dulu di daerah tertentu. ”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

”Saya rasa kebijakan ini sangat tepat,” kata Wakasek Bidang Kurikulum SMAN 5 Mataram Musanni mendukung kebijakan baru tersebut.

Kebijakan baru ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mendorong guru mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar, sekaligus karakter murid/siswa secara utuh. Kedua, menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah. Yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Terakhir, memberi gambaran tentang karakteristik esensial sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

”Apalagi dengan perkembangan dan tren dunia saat ini, sangat mengharuskan seseorang lebih bisa berpikir kritis,” ujarnya.

Kemudian memiliki kreativitas tinggi, mampu berinovasi, dan berkomunikasi dengan baik. Diharapkan, pola penilaian akhir baru dengan sejumlah perbaikan itu bisa menjadi solusi bagi literasi peserta didik.

Dilihat dari hasil tes Programme for International Student Assessmen (PISA) 2019, skor membaca anak Indonesia ada pada peringkat 72 dari 78 negara. Selanjutnya, skor matematika peringkat 72, dan sains peringkat 70.

”Kondisi ini cukup memprihatinkan. Oleh sebab itu, langkah-langkah inovasi harus segera diambil oleh pemerintah,” tegasnya.

Selama ini UN hanya mengukur pengetahuan siswa dengan satu standar  nasional. Padahal sarana dan prasarana pendidikan belum merata. ”Belum lagi kendala-kendala lain,” terang Musanni.

Sehingga menggantinya dengan pola asesmen kompetensi minimum (AKM) dirasa baik. Itu bisa mengukur capaian kompetensi siswa bernalar, melalui kemampuan literasi dan numerasi. Sekaligus survei karakter dan lingkungan belajar.

”Bisa dijadikan data oleh pemerintah, untuk memetakan keberhasilan pendidikan penguatan karakter di sekolah dan sekaligus daya dukung lingkungan belajar siswa,” kata dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks