Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

FSGI Pertanyakan Transparansi Seleksi PPPK Guru 2022

MATARAM-Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mempertanyakan bentuk transparansi seleksi PPPK 2022 untuk jabatan fungsional guru. Hal ini menyusul pemberitahuan hasil seleksi administrasi yang diumumkan Rabu lalu (16/11).

”Kenyataan bahwa pengumuman hasil seleksi saat ini, khususnya untuk prioritas satu (P1), tidak disertai nama satuan pendidikan penempatannya,” terang Mansur, wasekjen FSGI, Selasa (22/11).

Menurutnya, kejadian tersebut mengundang spekulasi, masih terdapat keraguan data formasi di setiap sekolah. Padahal pihaknya telah mengingatkan pada saat penundaan seleksi PPPK sebelum ini. Keberadaan data yang valid untuk formasi PPPK sangat mutlak diperlukan.

Permasalahan tak berhenti sampai di situ. Pihaknya juga menemukan, pelamar P1 juga tidak dapat melanjutkan pendaftaran. Dengan kata lain tidak bisa resume, dengan dalih tidak ada formasi, membuat guru honorer merasa kebingungan. Karena secara regulasi, mereka telah dinyatakan memenuhi passing grade (PG) di seleksi PPPK tahun 2021.

”Kebingungan mereka cukup beralasan, karena sebelumnya peserta telah meyakini P1 dan lulus PG di seleksi tahun lalu, namun belum mendapatkan penempatan, sehingga akan mendapatkan penempatan itu di 2022,” jelas Mansur.

Baca Juga :  Debat Bahasa Inggris, SMAN 1 Mataram Rajanya

Hal lain yang juga diyakni, P1 akan dihabiskan terlebih dahulu sesuai formasi yang ada. Jika ada sisa, barulah diberikan kepada P2, P3 dan P4 atau pelamar umum. Tetapi dari pengumuman yang mereka terima, peserta yang tidak lulus administrasi hanya diberikan hak sanggah. Tanpa ada kejelasan jadwal seleksi berikutnya yang dapat mereka ikuti.

”Khususnya P1, seolah-olah telah terlempar dari database seleksi, nah sementara P2, P3, P4 yang lulus administrasi telah memiliki jadwal lanjutan seleksi,” terangnya.

Padahal sesuai Kepmendikbudristek Nomor 349/P/2022, bila masih tersedia kuota penetapan kebutuhan PPPK JF untuk guru setelah penempatan pelamar P1, selanjutnya dilaksanakan seleksi kompetensi melalui penilaian kesesuaian bagi pelamar P2 dan P3.

Seleksi kompetensi ini juga dapat diikuti oleh pelamar prioritas I yang berasal dari THK-II. Juga guru non ASN yang belum ditempatkan di tempat tugasnya dan di sekolah lain.

Baca Juga :  Level PPKM Turun, Mataram Segera Buka Sekolah

FSGI mendorong semua pelamar yang tidak lulus administrasi untuk melakukan sanggahan. Selanjutnya berharap agar pemerintah mengumumkan secara transparan formasi yang tersedia dan formasi yang telah terisi. Agar ada kepastian atau peluang peserta untuk mengikuti seleksi gelombang berikutnya.

Pihaknya juga berharap, pemerintah memberikan kesempatan bagi P1 yang belum lulus administrasi, memperbaiki datanya kembali. ”Karena bagaimana pun mereka telah lulus PG pada seleksi 2021, demikian juga dengan P2 dan P3 yang saat ini belum lulus administrasi tetap lebih diutamakan sebelum P4 diberikan kesempatan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan yang dimintai tanggapan, belum bisa menjelaskan lebih jauh. Karena semua regulasi dan teknis seleksi PPPK, berada di tangan pemerintah pusat. ”Kami sangat memahami hal itu, namun sekali lagi seleksi ini bukan merupakan kebijakan daerah, jadi kita harus menunggu seperti apa keputusan pusat selanjutnya,” terangnya, saat dikonfirmasi terpisah. (yun/r9)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks