alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Penyebaran Tak Merata, Disdik Kota Mataram Rancang Redistribusi Guru PNS

MATARAM-Ketimpangan jumlah guru berstatus PNS masih menjadi pekerjaan rumah di Mataram. ”Kami ada rencana melakukan peleburan,” kata Kepala Bidang Guru dan Ketenagaan (GTK) Disdik Kota Mataram M Yasin, pada Lombok Post, kemarin (23/6/2020).

 

Peleburan itu dimaksudkan agar sebaran guru PNS di Kota Mataram bisa merata. Jika menunggu pengangkatan CPNS, tentu saja prosesnya memakan waktu. Data terakhir menunjukkan, guru SD yang masih kurang 446 orang. Guru kelas 397 orang dan guru olahraga 49 orang.

 

Sedangkan kekurangan guru SMP 267 orang dari berbagai mata pelajaran. Guru PPKN kurang 20 orang, Pendidikan Agama Islam (PAI) 24, Bahasa Indonesia 56, Matematika 32, IPA 11, IPS enam. Berikutnya Penjaskes 30 orang, BK 50, dan Prakarya lima, dan mata pelajaran lain 33 orang.

 

Guru yang ada saat ini, hanya 1.598 orang. Rinciannya, guru mata pelajaran jenjang SMP 595 orang, dan SD 897 orang. Sedangkan guru Olahraga hanya 106 orang.

 

Yasin menjelaskan, mekanisme peleburan guru bisa dengan berbagai macam cara. Misalnya, ketika guru PNS di sekolah A lebih banyak dibanding sekolah B, maka Disdik Kota Mataram akan memindahkan satu atau dua orang guru PNS ke sekolah B.

 

”Kita sisipkan pada sekolah yang guru PNS sedikit,” ujar dia.

 

Langkah ini agar tak lagi ada guru berstatus PNS yang mendapatkan sertifikasi dari mengambil jam di sekolah lain. Sebab, masalah dihadapi saat ini, banyak guru bermasalah dengan jam mengajar. Tentu saja, ini akan berimbas pada tunjangan profesi guru.

 

”Guru yang bersertifikasi, mereka ini dalam seminggu, harus memenuhi jam mengajar maksimal selama 24 jam, untuk memenuhi itu banyak guru yang mengajar di sekolah lain,” kata dia.

 

Agar guru tersebut, bisa konstentrasi pada satu sekolah, maka Disdik Kota Mataram akan menyesuaikan jam mengajar, di sekolahnya saat ini. Langkah ini juga sebagai cara penyegaran. ”Perlu adanya pembaruan lingkungan mengajar, biar bisa punya kawan baru,” tandasnya.

 

Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan, berapa guru yang akan dipindahtempatkan. Namun, saat ini sudah mulai menggodok konsepnya, dengan melihat tupoksi guru-guru, mendata sekolah mana yang masih kurang guru PNS, dan berapa guru yang ambil jam di sekolah lain. ”Akan kami selesaikan sebelum tahun ajaran baru,” ujarnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks