alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

MPLS Tatap Muka Dinilai Berbahaya, Sekda NTB Perintahkan Stop

MATARAM-Dinas Dikbud NTB diperintahkan menghentikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tatap muka. Hal tersebut dianggap kurang tepat, bahkan berbahaya lantaran pandemi yang belum usai.

”Pada semua zona, tidak diperkenankan MPLS tatap muka,” tegas Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam surat edaran yang dirilis Rabu (22/7/2020) tersebut.

Dalam SE nomor 420/3495.UM/DIKBUD perihal penegasan surat edaran Gubernur NTB, sekda menilai dengan memperhatikan kondisi sebaran Covid-19 di NTB. Kondisi dianggap kian mengkhawatirkan. Ditemukan pula fakta di lapangan, MPLS yang sedang berlangsung kurang memperhatikan protokol kesehatan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengatakan, sekolah harus segera mengubah pola MPLS menjadi daring.

”Kami arahkan sekolah menggunakan cara virtual,” ujarnya, pada Lombok Post, Kamis (23/7/2020).

Dia mengklaim, sebelum edaran itu terbit, sudah mengimbau sekolah  mengantisipasi pelaksanaan MPLS. Arahannya, memanfaatkan media daring.

”Terutama di Mataram, semuanya harus beralih ke daring,” tegas dia.

Tetapi Aidy beralasan, edaran tersebut tidak bisa sepenuhnya dijalankan oleh beberapa sekolah. Terutama di Pulau Sumbawa lantaran berlokasi di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Atau berada di wilayah dengan fasilitas jaringan internet yang sangat kurang.

”Mereka tidak bisa virtual, karena terkendala fasilitas, baik itu jaringan internet, hp android, bahkan kuota,” jelasnya.

Sehingga sekolah yang berada di wilayah tersebut, diminta secara ketat menjalankan protokol kesehatan. Arahannya kala itu, menyiapkan daftar pembagian giliran pelaksanaan MPLS. Setiap siswa mengikuti MPLS selama dua hari dengan sistem shift atau blok serta pengaturan hari tidak berturut-turut. Menyusun pembagian jumlah peserta MPLS maksimal 100 orang per hari.

”Sediakan masker, hand sanitizer, cek suhu tubuh, sediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, intinya semua ini harus dilakukan,” kata dia.

Sejatinya MPLS digelar 20-25 Juli. Namun, ketika pelaksanaannya belum dirasa optimal, sekolah diperbolehkan memperpanjang waktu kegiatan.

”Kita perpanjang bersamaan dengan masuknya fase transisi, supaya anak-anak tetap mendapat materi MPLS itu,” tandas Aidy.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Labuhan Badas Suburhanuddin mengungkapkan, sebelumnya MPLS dilaksanakan secara tatap muka. Pihaknya menggunakan sistem shift atau blok, karena sekolahnya berada di wilayah yang sangat minim fasilitas internet. Dengan adanya edaran tersebut, otomatis dirinya mengubah pola.

”Kita nggak bisa daring, nggak ada sinyal internet, susah kalau di daerah seperti ini, makanya kita atur polanya, guru lakukan kunjungan rumah, tetap dengan protap kesehatan itu,” ujarnya. (yun/r9)

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks