alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kemendikbudristek Sosialisasi Kurikulum Prototipe

MATARAM-Kemendikbudristek telah menyiapkan Kurikulum Prototipe sebagai salah satu opsi yang bisa diterapkan sekolah dalam pemulihan pembelajaran.

“Kurikulum Prototipe akan menjadi salah satu opsi atau pilihan, untuk membantu pemulihan pembelajaran,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Zulfikri Anas, Jumat (24/12)

Dijelaskan, Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran. Antara lain pengembangan soft skills dan karakter. Kemudian fokus pada materi esensial, dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Selain itu, Kurikulum Prototipe ini juga diharapkan dapat membantu anak dalam mengembangkan potensi dan bakatnya.

Kurikulum Prototipe ini bagian dari proses pembelajaran. Artinya melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya yaitu orientasi holistik, berbasis kompetensi bukan konten, serta dirancang sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik.

Baca Juga :  Keren! SLBN 1 Sumbawa Jadi Sekolah Bersih dan Sehat

“Sekolah akan diberikan kebebasan untuk memilih secara mandiri dalam penggunaan kurikulum tersebut,” imbuh Zulfikri Anas.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendukung opsi Kurikulum Prototipe. Menurutnya, Kurikulum 2013 padat konten.

“Saat ini, dengan perubahan atau disrupsi yang sangat cepat terutama adanya pandemi Covid-19, sangat tidak mungkin bertahan dengan konsep pembelajaran yang padat konten,” tuturnya.

Karena itu, Komisi X DPR RI mendukung Kurikulum Prototipe yang mengedepankan penyederhanaan materi pembelajaran. Selain itu, Kurikulum Prototipe ini bersifat pilihan dan tidak diwajibkan secara nasional. Sehingga sekolah diberikan kebebasan, ini menjadi bagian dari Merdeka Belajar.

Syaiful Huda juga berpesan agar Kemendikbudristek dapat memfasilitasi sekolah-sekolah yang tidak memilih melaksanakan Kurikulum Prototipe. Koordinasi dengan pemda perlu dilakukan intens untuk mengantisipasi kesenjangan.

Baca Juga :  Telkom Buka Kesempatan Magang Mahasiswa Unram

“Ini perlu diantisipasi oleh pemda antara sekolah yang melaksanakan dan sekolah yang tidak melaksanakan Kurikulum Prototipe,” tegasnya.

Kurikulum ini telah diimplementasikan di Sekolah Penggerak dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak 2020. Kurikulum Prototipe juga disebut sebagai Kurikulum dengan Paradigma Baru. (yun/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/