alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Tidak Boleh ada Siswa Titipan, PPDB Harus Sesuai Aturan!

MATARAM-Praktik permainan curang ditengarai masih muncul setiap pelaksaan PPDB. Karena itu kegiatan tahunan tersebut harus diawasi ketat. ”Jangan karena itu, anak di lingkungan terdekat dengan sekolah, malah tidak sekolah,” Kata Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah, pada Lombok Post.

 

Dirinya mengingatkan, orang-orang yang punya pengaruh dan kekuatan tidak boleh terlalu jauh mengintervensi. Dalam arti, jangan karena ingin urusan pribadinya harus terpenuhi, sehingga menghancurkan kebijakan yang ada.

 

Hal itu penting agar kuota siswa, yang diterima pada tahun ajaran baru, sesuai dengan kapasitas dan sarana sekolah.

”Biarkanlah sekolah secara mandiri, menjalankan PPDB itu sesuai juknis,” tegasnya.

 

Dalam juknis PPDB, Dinas Dikbud NTB membuka empat jalur pendaftaran ke SMA negeri. Kuota jalur zonasi 60 persen, jalur afirmasi 20 persen, perpindahan orang tua sebanyak lima persen, jalur prestasi 15 persen. Rinciannya, delapan persen dari prestasi nilai Raport Semester 1-5 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Sisanya lima persen dari prestasi piagam atau sertifikat dan dua persen lagi dari Tahfidzul Quran.

 

Rumindah mengungkapkan, intervensi yang kerap dilakukan orang-orang yang punya kekuatan itu, biasanya suka memaksakan kehendak. Kerap dilakukan, ketika semua aspek persentase yang ditetapkan dalam juknis, ternyata tidak memenuhi syarat.

 

”Misal, anaknya harus masuk di sekolah ini, ketika anaknya masuk, jelas akan mengurangi kesempatan anak-anak yang sebenarnya berhak sekolah di situ,” ujar Rumindah.

 

Terkait itu, Ketua Panitia PPDB 2020 Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan menegaskan, tidak ada istilah titipan. Semuanya sudah diatur melalui sistem daring. Ketika anak itu, tidak memenuhi syarat, untuk melanjutkan pendidikan di sekolah A, bukan panitia PPDB sekolah yang menolak. ”Tapi sistem yang akan menolaknya,” tegas dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks