alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Isi Dapodik, Disdik Kota Mataram Ingatkan Sekolah Harus Jujur!

MATARAM-Pandemi Covid-19 tidak serta merta membuat kegiatan rehabilitasi sekolah, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik terhambat. ”Alhamdulillah, kita jalan terus,” kata Kepala Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram M Taufik, pada Lombok Post, Jumat (24/7/2020).

Tahun ini sejumlah satuan pendidikan mendapat bantuan DAK fisik. Rinciannya, 10 SD dengan jenis kegiatan rehabilitasi ruang kelas. Total anggaran mencapai Rp 3,9 miliar. Kegiatan pembangunan ruang kelas baru (RKB) untuk tiga SD, totalnya Rp 1,063 miliar dan rehabilitasi ruang kelas untuk enam SMP. Anggarannya Rp 2,8 miliar.

”DAK fisik yang kami terima mencapai Rp 7,8 miliar,” tegas dia.

Pelaksanaan kegiatan DAK fisik bersifat swakelola. Artinya, rehabilitasi bangunan atau gedung sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan itu sendiri. Meski begitu, Disdik Kota Mataram tetap melakukan pemantauan.

”Ini kan uangnya langsung ditransfer pusat secara bertahap ke sekolah dan pengerjaannya ada di tangan sekolah, tetapi kami tetap mengawasi kegiatan itu,” jelasnya.

Taufik mengatakan, untuk anggaran DAK fisik tahun ini jauh menurun, dibandingkan tahun lalu. Penurunan mencapai Rp 10 miliar lebih. Kondisi ini dipicu lantaran sekolah tidak jujur mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

”Banyak sekolah kita yang menyatakan dirinya baik dan lengkap dari segala hal untuk mengejar akreditasi, padahal riil di lapangan, tidak seperti itu,” ungkap dia.

Akibatnya, sekolah yang seharusnya mendapatkan bantuan, malah tidak dapat. Kenyataan itu sangat disayangkan. Mengingat pedoman Kemendikbud memberikan bantuan anggaran pendidikan sumbernya dari Dapodik. Dari sana, pemerintah menjaring semua data terkait data kelembagaan dan kurikulum sekolah, data siswa, data guru dan karyawan, serta data sarana dan prasarana setiap sekolah.

”Tidak usah mengejar akreditasi dengan cara seperti itu, kalau kurang lengkap atau malah tidak ada ya jujur saja,” tegas Taufik.

Dirinya meminta, agar sekolah meninggalkan kebiasaan buruk ini. Saat memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, data di Dapodik masing-masing sekolah harus dibenahi. Terutama sarana dan prasarana (sarpras).

”Jangan nanti marah-marah ini nggak pernah dapat bantuan anggaran DAK, lah di dapodik aja dibilang lengkap, makanya sekolah perintahkan operator update setiap hari,” tandas dia.

Terpisah, Kepala SMPN 17 Mataram Woody Hexana bersyukur karena tahun ini sekolahnya mendapatkan bantuan DAK fisik. Peruntukannya, perbaikan ruang kelas yang rusak akibat gempa bumi 2018 lalu Rp 435 juta.

Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu, akhirnya ada dana perbaikan,” ujarnya.

Bantuan tersebut didapatkan, lantaran pihaknya selalu mengupdate dapodik. Isinya apa saja yang kurang di SMPN 17 Mataram. “Kalau kami mengandalkan APBD kota, tentu ini tidak bisa, maka kami hanya bertumpu pada pemerintah pusat, kami laporkan di dapodik,” pungkasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks