alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

SMKN 3 Mataram Tolak Calon Siswa Bertato dan Tindik

MATARAM-SMKN 3 Mataram mewajibkan serangkaian tes fisik bagi calon siswa baru. Hal itu disampaikan Ketua Panitia PPDB SMKN 3 Mataram Syaifuddin, (25/6).

Tes fisik berlangsung 21-26 Juni. ”Kami tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sudah kami susun sedemikian rupa teknisnya agar tidak terjadi kerumunan,” tegasnya.

Sekolah ini merupakan sekolah vokasi dengan core Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, sekaligus Teknologi Konstruksi dan Properti. Ada 12 jurusan yang disediakan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dan Teknik Permesinan. Berikutnya Teknik Pengelasan, Teknik Audio Video (TAV), Teknik Elektronika Industri (TEI), dan Teknik Pendinginan dan Tata Udara (TPTU). Menyusul Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP), Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).

Ada juga Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin (TESHA), terakhir Teknik Geomatika. Pihak sekolah telah menyiapkan serangkaian kegiatan tes fisik. ”Ada mengukur tinggi badan, tes buta warna, pemeriksaan apakah ada tindikan dan tato, ini kami teliti memeriksanya,” terang dia.

Baca Juga :  Wakili NTB di LKS Nasional, SMKN 3 Mataram Target Lima Besar

Selama pelaksanaannya, sampai saat ini belum ditemukan pendaftar, memakai atau memiliki tato. Namun, untuk bekas tindikan ditemukan pada seorang pendaftar. Sekolah tidak mentolerir kondisi tersebut.

”Ini penting dipahami masyarakat, kami ingin menyiapkan tenaga kerja yang terstandar, karena untuk masuk ke perusahaan BUMN maupun Iduka lainnya, mensyaratkan hal demikian,” jelas wakil kepala Bidang Kesiswaan SMKN 3 Mataram ini.

Sedangkan pada tes buta warna, juga dilakukan sangat teliti. Bila ditemukan kasus, maka hanya memperbolehkan pendaftar memilih satu dari dua jurusan yang disediakan. Yakni BKP dan Teknik Pengelasan. ”Selebihnnya harus lolos tes buta warna, misalnya di jurusan yang terkait dengan kelistrikan dan gambar,” pungkasnya.

Baca Juga :  FK Unram Terus Tingkatkan Daya Saing

Terpisah, Kepala SMKN 2 Praya Tengah Akhirman Bakri mengatakan, selain tes fisik yang fokus pada buta warna, tato dan tindikan, pihaknya juga memeriksa kerapian rambut. ”Kita lihat apakah rambutnya gondrong atau misalnya diwarnai, ini juga masuk pemeriksaan tes fisik,” tegas dia.

Untuk tes fisik yang satu ini, bila ditemukan sekolah tetap memberikan kesempatan, untuk memperbaikinya. Sementara bagi pendaftar yang kedepatan memiliki tato atau tindikan, sekolah akan berdiskusi lebih dulu ke orang tua, dan menjelaskan solusinya.

”Apakah mereka mau menghilangkannya dengan cara operasi atau seperti apa, kita akan diskusi,” jelasnya. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/