alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Awas, Pandemi Bisa Picu Putus Sekolah dan Pernikahan Dini

MATARAM–Pandemi Covid-19 memberi banyak dampak bagi dunia pendidikan. ”Baik tenaga pendidik, maupun peserta didik, sangat mengalami kesulitan,” kata Ketua Ikatan Guru Madrasah (IGMa) NTB Lalu Sirajul Hadi, pada Lombok Post, Senin (24/8/2020).

Memang ada pembelajaran jarak jauh (PJJ), sebagai solusi sementara atas penutupan sekolah. Namun ini bukan tanpa kekurangan. Bahkan belakangan muncul fenomena anak putus sekolah bahkan pernikahan dini.

”Ini sebagai akibat dari tidak adanya kegiatan pembelajaran secara normal,” ujar pria bergelar doktor ini.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka lebih nyaman dilaksanakan ketimbang PJJ. ”Namun, karena kondisi dan keadaan yang mengharuskan pembelajaran daring, demi keselamatan dan kebaikan bersama,” sambungnya.

Kepala MAN 3 Mataram ini menegaskan, untuk menekan dampak buruk tersebut, sekolah bersama guru, dan orang tua harus terlibat proaktif.

”Proaktif di sini adalah, dalam rangka melakukan pendampingan bagi tetap terjaganya anak-anak untuk belajar walaupun dalam kondisi pandemi,” kata dia.

Perkembangan anak harus terus dipantau. Semangat belajar mereka harus dijaga. ”Sehingga tidak mengambil keputusan untuk putus sekolah, apalagi sampai terjadinya pernikahan dini,” tegasnya.

Sarannya, madrasah bisa mempersiapkan aneka model layanan belajar. Misalnya aktif melakukan home visit.

Tujuannya, agar guru bisa mendiagnosa masalah anak selama belajar dari rumah (BDR). Tidak kalah penting, untuk menyemangati siswa terus bersekolah. ”Melakukan kunjungan terjadwal itu sangat penting, agar teridentifikasi, mana yang aktif dan tidak selama PJJ, bisa mengetahui masalah siswa lebih cepat dan segera dicari solusinya,” tandasnya.

Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi mengungkapkan, penerapan BDR memiliki sisi gelap. Memicu interaksi anak dengan gawai semakin tinggi. Tingkat stress anak dan orang tua semakin bertambah. Bahkan sering terjadi konflik antara anak dan orang tua.

”Ketika hal ini terus terjadi, terutama bagi anak perempuan, salah satu solusinya adalah menikah,” jelasnya.

Agar tidak terjadi ledakan kasus, pihaknya menyarankan Pemprov NTB, memberi dukungan psikososial. Dengannya anak diharap dapat menghadapi pandemi ini. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks