alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Mengajar saat Pandemi, Disdik Kota Mataram Beri Motivasi Guru

MATARAM-Setelah kegiatan MPLS, seluruh satuan pendidikan di Mataram mengawali tahun ajaran baru 2020/2021 dengan belajar dari rumah (BDR) tahap II.

”Mulai 27 Juli (hari ini,Red) kita lanjutkan,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali.

Ia meminta kepala sekolah mulai memperbaiki seluruh manajamen satuan pendidikannya. Mulai dari dapodik, manajemen guru, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus dan lainnya.

”Saya berharap kepada bapak dan ibu guru, harus segera kembali ke jati diri sebagai seorang tenaga pengajar, selain mempersiapkan materi mengajar,” ujarnya.

Meski pandemi, produktivitas guru tidak boleh kendor. Sebaliknya, harus meningkatkan rasa profesionalisme. Seperti empat kompetensi yang selama ini diemban, pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional.

”Ini yang harus diresapi dan dikerjakan sebagai seorang pendidik,” tegas dia.

Pada BDR tahap I, pemerintah menerapkan kebijakan guru diperbolehkan bekerja secara shift. Tetapi saat ini, semua beraktivitas di sekolah. Memakai seragam, mengisi daftar hadir, pemberian tugas dilakukan dari sekolah.

”Semuanya bekerja dari sekolah,” kata Fatwir.

Ini juga untuk menghemat pengeluaran guru dalam hal pembelian kuota internet, mengirimkan dan menerima materi dan hasil penugasan siswa. Namun, tetap ada pengecualian, bagi guru usia lebih dari 50 tahun. Dijelaskan pula, kepala sekolah bisa mengalokasikan dana bos untuk kebutuhan paket internet.

”Bisa dari sana, karena sudah ada edaran dari Kemendikbud,” jelasnya.

Fatwir mengingatkan, selama pemberian materi belajar kepada peserta didik, sebisa mungkin dilakukan pada jam sekolah. Guru tidak boleh, memberikan penugasan asal-asalan, harus dilengkapi dengan pedoman atau tutorial.

”Apa yang harus dilakukan siswa terhadap materi itu, dan materi itu harus ada umpan berupa evaluasi penugasan anak, ada yang tertulis dan tidak tertulis,” ujar dia.

Dengan segala situasi yang dihadapi, tidak dipungkiri ada saja oknum guru yang belum bisa maksimal. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi Disdik Mataram. Karena, selama BDR tahap II, guru harus melaporkan kegiatannya per dua pekan.

Laporan itu merupakan absen atau kehadiran guru pada masa pandemi, kepada pemerintah agar mendapatkan tunjangan sertfikasi.

”Kalau guru itu malas, tidak melaksanakan tugas, seperti yang disampaikan juga oleh pembina dan pengawas sekolah, maka bisa menunda tunjangan sertfikasi,” tandasnya.

Terpisah, Ketua PGRI NTB Yusuf menambahkan, ada juga skenario BDR yang diterapkan secara luring. Termasuk kombinasi keduanya yang disebut blended learning, sebuah kombinasi pengajaran langsung dan pengajaran daring. Dirinya berharap, saat ini kepala sekolah harus melakukan pemetaan terhadap guru dan peserta didik.

”Berapa guru yang menguasai IT, berapa yang belum sehingga yang belum ini dibantu agar bisa menyesuaikan diri,” tegasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks