alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Disdik Kota Mataram Garap Perwal Pra SD

MATARAM-Pemkot Mataram berniat mengeluakan produk hukum yang mengatur pendidikan anak pra-SD. ”Kami sedang membentuk peraturan wali kota (perwal),” kata Kepala Disdik Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, Jumat (23/10/2020).

Sejauh ini, masyarakat dianggap sudah paham pentingnya pendidikan pra-SD. ”Praktik semacam ini sudah lama terjadi,” ujarnya.

Balita usia 1-3 tahun di masukkan ke Kelompok Bermain (KB). Selanjutnya balita usia 3-5 tahun melanjutkannya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK).

Selama penyusunan perwal, Disdik Mataram melibatkan sejumlah pihak terkait. Mulai dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA), BP PAUD Dikmas, hingga Bagian Hukum Setda Kota Mataram.

”Kami tetap meminta masukan serta mencermati apa saja hal-hal yang harus kita muat dalam aturan ini,” tegas mantan kepala SMAN 1 Mataram ini.

Penekanannya, anak diarahkan mempelajari berbagai hal sesuai usia dan kemampuan perkembangan otaknya. Sesuai namanya, pada pra sekolah, anak dilatih mempersiapkan diri memasuki masa sekolah.

Selain mendidik anak sambil bermain, juga berfokus pada pengembangan kemandirian. Tak ketinggalan kedisiplinan dan kehidupan sosial pada anak.

”Termasuk tentang kesehatan, kebugaran hingga kecerdasan anak,” kata Fatwir.

Dengannya anak-anak akan belajar beradaptasi. Saat menjalani pendidikan pra-SD, anak-anak dilatih secara fisik dan mental. ”Pas masuk SD sudah siap. Harapan kami tidak ada lagi kendala yang sangat sulit,” jelas dia.

Dengan adanya aturan tersebut, Pemkot Mataram bisa memberi dukungan terhadap pendidikan pra-SD. Baik dari segi anggaran atau kebijakan lainnya.

”Misalnya anggaran dan infrastruktur. Kira-kira mana yang bisa dibantu, nanti ada juga mana bagian dari masyarakat, mana bagian dari elemen-elemen yang lain. Supaya kita bisa membagi peran masing-masing,” pungkas Fatwir.

Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan, harapannya akan efektivitas aturan tersebut. Yakni membuat KB dan PAUD/TK lebih holistik dan terintegrasi dalam memberikan layanan kepada anak-anak.

”Supaya kualitas pendidikan kita lebih baik lagi,” ujar dia.

Pada masa pra-SD, lembaga pendidikan tersebut tidak lagi menekankan pembelajaran pada baca tulis hitung (calistung). Tetapi mendepankan pendidikan karakter.

”Selama ini, pendidikan pra-SD banyak diarahkan untuk calistung, padahal belum waktunya anak-anak belajar tentang itu, maka sekarang penguatan di pendidikan karakter lebih penting, untuk anak-anak di masa golden age ini,” pungkasnya memberi sorotan. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks